Rudal Iran Masuk Wilayah Udara Turki, Ditembak Jatuh NATO

AKURAT.CO Sebuah rudal balistik yang ditembakkan dari Iran memasuki wilayah udara Turki pada Senin (30/3) dan berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan NATO. Pemerintah Turki menyebut ini sebagai insiden keempat sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Belum ada tanggapan resmi dari Teheran. Iran sebelumnya membantah menargetkan Turki dalam konflik tersebut dan menyatakan tidak terlibat dalam tiga peluncuran rudal sebelumnya yang juga berhasil dicegat NATO.
Juru bicara NATO menyatakan aliansi tersebut mencegat rudal Iran yang mengarah ke negara anggotanya, Turki. NATO menegaskan siap menghadapi ancaman serupa dan akan melakukan langkah yang diperlukan untuk melindungi seluruh anggotanya.
Sejak konflik berlangsung, Iran dilaporkan meluncurkan rudal ke sejumlah negara di Timur Tengah, termasuk menargetkan infrastruktur minyak dan pangkalan militer yang menampung pasukan Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Kementerian Pertahanan Turki tidak menjelaskan secara rinci sasaran rudal yang ditembakkan pada Senin tersebut.
Pangkalan Udara Incirlik di Provinsi Adana, Turki selatan, diketahui menampung personel dari Amerika Serikat, Turki, Polandia, Qatar, dan negara lainnya. Sementara itu, personel AS juga ditempatkan di stasiun radar NATO di Kürecik, Provinsi Malatya, Turki tenggara, yang baru-baru ini diperkuat dengan sistem pertahanan rudal Patriot.
Secara terpisah, Kepala Staf Umum Turki Jenderal Selcuk Bayraktaroglu menggelar konferensi video dengan Ketua Komite Militer NATO Laksamana Giuseppe Cavo Dragone pada Senin untuk membahas isu pertahanan dan keamanan kawasan, menurut Kementerian Pertahanan.
Kementerian menegaskan seluruh langkah yang diperlukan terus diambil secara tegas untuk menghadapi setiap ancaman terhadap wilayah dan ruang udara Turki.
Insiden ini terjadi setelah pertemuan para diplomat senior Turki, Pakistan, Mesir, dan Arab Saudi di Islamabad pada akhir pekan lalu, yang membahas upaya mengakhiri perang serta membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran.
Sebelumnya, Turki sempat menawarkan diri sebagai mediator antara Iran dan Amerika Serikat sebelum konflik pecah pada akhir bulan lalu.
Ankara juga berulang kali menyerukan penghentian konflik, mengkritik serangan Amerika Serikat dan Israel sebagai tindakan ilegal, serta menyebut serangan Iran ke negara-negara kawasan sebagai tidak dapat diterima.
Sumber: Reuters
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan








