Kapal Induk USS Gerald R. Ford Milik Amerika Kabur dari Perang Iran, Ada Apa?

AKURAT.CO Kapal induk bertenaga nuklir milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford, saat ini berlabuh di Split, Kroasia, untuk menjalani perbaikan dan pemeliharaan yang diperkirakan berlangsung antara 12 hingga 14 bulan.
Laporan media AS menyebut kapal tersebut mengalami kebakaran di ruang cuci utama saat menyelesaikan penugasan panjang di kawasan Timur Tengah. Insiden itu terjadi setelah kapal melewati Terusan Suez dan memasuki Laut Merah pada 12 Maret lalu.
Dalam pernyataan resminya, United States Central Command (CENTCOM) menyatakan, “mengalami kebakaran yang berasal dari ruang cuci utama kapal.”
“Penyebab kebakaran tidak terkait dengan pertempuran dan telah terkendali. Tidak ada kerusakan pada sistem propulsi kapal, dan kapal induk tetap beroperasi penuh. Dua pelaut saat ini sedang menerima perawatan medis untuk cedera yang tidak mengancam jiwa dan dalam kondisi stabil,” demikian keterangan CENTCOM dikutip Selasa (31/3/2026).
Baca Juga: Habib Rizieq Serukan Persatuan Umat Islam Hadapi Israel dan AS
Namun, insiden tersebut memicu spekulasi. Militer Iran mengeklaim kebakaran dipicu faktor internal, sementara sejumlah laporan media Barat menyebut api berkobar hingga sekitar 30 jam sebelum berhasil dipadamkan.
Penugasan terbaru USS Gerald R. Ford berlangsung lebih dari 260 hari, termasuk operasi tempur di berbagai kawasan. Kapal induk yang mulai dikerahkan pada 2017 itu merupakan kapal induk termahal yang pernah dibangun AS, dengan biaya mencapai 13,2 miliar dolar AS.
Setelah insiden kebakaran, kapal sempat berlabuh di Kreta untuk penilaian awal sebelum melanjutkan perjalanan ke Kroasia guna menjalani perawatan lebih menyeluruh.
Selain insiden kebakaran, laporan pengujian Pentagon sebelumnya juga menyoroti sejumlah tantangan teknis pada kelas Ford, termasuk keandalan radar, sistem peluncuran dan pemulihan pesawat, serta mekanisme pengangkut amunisi dan pesawat.
Masalah lain yang pernah mencuat adalah sistem toilet berbasis vakum yang disebut membutuhkan perawatan tambahan dan biaya tinggi saat terjadi penyumbatan.
Baca Juga: Viral BBM Non-Subsidi Naik 1 April, Pertamina: Belum Ada Pengumuman
Jika USS Gerald R. Ford tidak beroperasi dalam waktu lama, kondisi ini berpotensi menambah beban pada armada kapal induk AS lainnya, terutama kapal kelas Nimitz yang lebih tua dan sebagian sedang menjalani perawatan berkala.
Angkatan Laut AS saat ini memiliki 11 kapal induk aktif, namun tidak semuanya dikerahkan secara bersamaan. Perpanjangan masa perbaikan Ford dinilai dapat memengaruhi jadwal rotasi dan penugasan global armada kapal induk Negeri Paman Sam tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 8Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik








