Tentara Israel Dilaporkan Menyiksa Bayi Berusia Satu Tahun di Gaza untuk Memaksa Ayahnya Mengaku

AKURAT.CO Seorang bayi dilaporkan menjadi korban penyiksaan oleh tentara Israel di Gaza bagian tengah, diduga untuk menekan ayahnya agar memberikan pengakuan saat interogasi.
Laporan ini disampaikan Palestine TV pada Minggu, mengutip jurnalis Palestina, Osama Al-Kahlout.
Media tersebut menayangkan rekaman yang memperlihatkan luka pada bayi bernama Karim, setelah ia ditahan pasukan Israel di dekat kamp pengungsi Al-Maghazi, Jalur Gaza tengah.
Sejumlah saksi menyebut ayah korban, Osama Abu Nassar, sebelumnya mengalami trauma akibat kehilangan kuda yang menjadi sumber penghasilannya. Saat hendak membeli kebutuhan bersama anaknya, ia terjebak baku tembak di dekat rumahnya.
Tentara Israel kemudian memaksa Abu Nassar meninggalkan anaknya yang berusia satu tahun di tanah dan berjalan menuju pos pemeriksaan militer terdekat. Di lokasi itu, ia dilucuti dan diinterogasi.
Baca Juga: Paparan Zat Karsinogenik Ancam Tentara Israel di Fasilitas Terdampak Serangan
Menurut laporan, balita tersebut disiksa di hadapan ayahnya, termasuk dibakar pada bagian kaki dengan rokok, ditusuk, serta ditancapkan paku pada kakinya. Hal itu diperkuat oleh laporan medis yang menyebut adanya luka bakar dan luka tusuk pada kaki korban.
Balita tersebut dibebaskan sekitar 10 jam kemudian dan diserahkan kepada keluarganya melalui Komite Internasional Palang Merah di Al-Maghazi. Sementara itu, sang ayah hingga kini masih ditahan oleh pihak Israel.
Keluarga korban mendesak organisasi internasional untuk turun tangan guna membebaskan ayah korban agar dapat melanjutkan perawatan medis.
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan sedikitnya 677 warga Palestina tewas dan 1.813 lainnya luka-luka akibat serangan Israel sejak gencatan senjata antara Israel dan Hamas diberlakukan pada Oktober 2025.
Gencatan senjata tersebut menghentikan perang selama dua tahun yang telah menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 171.000 lainnya sejak Oktober 2023, serta menyebabkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza hancur.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







