Houthi: Struktur Pemerintahan AS adalah Zionis

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal gerakan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik Badr al-Din al-Houthi, menyatakan bahwa struktur dan pendekatan resmi kabinet Presiden Amerika Serikat Donald Trump merupakan struktur yang berpaham Zionis.
Pernyataan itu disampaikan al-Houthi sebagaimana dikutip Pars Today, (Jumat 20/3/2026). Ia mengatakan, struktur dan pendekatan resmi kabinet Donald Trump adalah struktur Zionis.
Al-Houthi juga menyoroti Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth. Menurutnya, Pete Hegseth, Menteri Perang AS, termasuk di antara mereka yang paling berafiliasi dengan Zionisme dan berupaya untuk melaksanakan rencana-rencananya.
Baca Juga: Krisis Minyak Dampak Perang AS-Iran Kian Terasa di Berbagai Penjuru Dunia
Ia menambahkan, "Menteri Perang AS secara terang-terangan menyimpan permusuhan terhadap Islam, umat Muslim, dan bahkan Nabi Muhammad SAW."
Selain itu, al-Houthi menyebut sejumlah pejabat Amerika menggunakan ajaran Zionisme dalam pembinaan militer.
"Beberapa pejabat Amerika menggunakan ajaran Zionisme untuk personel militer mereka guna membenarkan agresi terhadap Republik Islam Iran," ujarnya.
Menurut al-Houthi, ajaran Zionisme merupakan bahaya besar bagi umat Islam. Ia juga menuding adanya dukungan kebijakan dan fasilitas negara untuk kepentingan Zionisme.
"Pemerintah dan sistem pro-Yahudi telah mengubah kebijakan, rencana, kekayaan, fasilitas, dan bahkan tanah mereka menjadi pangkalan militer untuk melayani agenda jahat dan destruktif kaum Zionis," katanya.
Baca Juga: Netanyahu Dinilai Diuntungkan Perang Iran, Menyeret AS Terlibat Perang dengan Iran adalah Pencapaian
Al-Houthi menyampaikan peringatan kepada pihak-pihak yang mendukung musuh Islam.
"Kehilangan dan penyesalan akan menjadi akhir yang tak terhindarkan bagi mereka yang menempuh jalan kesetiaan kepada musuh-musuh Islam dan kaum Muslimin," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Jalur Alternatif Demo Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026, Cek Rute Pengalihan Arus!
- 7Djarot Pilih Hak Menyatakan Pendapat soal Ijazah Gibran, Kenapa Bukan Hak Angket?
- 8Demo Hari Ini 20 Oktober 2026: Apa Saja 5 Tuntutan yang Dibawa Mahasiswa?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa









