Akurat Logo

Pemimpinnya Banyak yang Tewas, Ini Rahasia Iran Tidak Tumbang dalam Perang Lawan AS-Israel

Lufaefi | 21 Maret 2026, 14:00 WIB
Pemimpinnya Banyak yang Tewas, Ini Rahasia Iran Tidak Tumbang dalam Perang Lawan AS-Israel
Pimpinan Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei (istimewa)

AKURAT.CO Di tengah eskalasi perang dengan Amerika Serikat dan Israel yang disebut telah menewaskan sejumlah pejabat tinggi, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, pemerintah Iran dinilai tetap bertahan karena struktur kekuasaan yang kokoh dan terdesentralisasi.

Laporan BBC News, pada 19 Maret 2026 menyebut, meski sejumlah petinggi militer dan politik tewas akibat serangan udara, sistem Republik Islam Iran dirancang untuk menahan guncangan besar. Para analis menggambarkan struktur kekuasaan Iran sebagai sistem yang tidak bergantung pada satu figur tunggal.

Peneliti Timur Tengah di European Geopolitical Institute, Sébastien Boussois, mengibaratkan struktur Iran seperti makhluk mitologi hydra.

“Strukturnya seperti hydra: Anda memotong satu kepala, dan kepala-kepala baru akan tumbuh,” ujarnya.

Salah satu faktor utama ketahanan Iran adalah model kepemimpinan kolektif yang oleh sejumlah pakar disebut sebagai polidiktator.

Bernard Hourcade, mantan direktur French Institute for Research in Iran, menjelaskan bahwa Iran bukan sekadar kediktatoran personal. Ia menyebut sistem Iran sebagai aliansi antara pendukung Islam politik dan nasionalisme Iran yang kuat.

Baca Juga: Serangan ke Ladang Gas South Pars, Sinyal Perpecahan Misi Amerika Serikat dan Israel dalam Perang Iran?

Kekuasaan di Iran tersebar di berbagai pusat, mulai dari lembaga keulamaan, Dewan Wali, militer, hingga jaringan ekonomi besar yang terhubung dengan negara. Dewan Wali, misalnya, memiliki kewenangan memveto undang-undang serta menyaring kandidat dalam pemilu, sehingga memperkecil peluang munculnya oposisi kuat dari dalam sistem.

Peran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga dinilai sangat sentral. Selain menjadi kekuatan militer, IRGC memiliki pengaruh besar di sektor ekonomi dan politik. “Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) merupakan tulang punggung rezim,” kata Hourcade.

Menurut Wakil Menteri Pertahanan Iran, Reza Talaeinik, setiap komandan IRGC telah memiliki penerus hingga tiga tingkat di bawahnya untuk menjaga kesinambungan komando.

Hal ini menunjukkan bahwa sistem kepemimpinan militer Iran telah dipersiapkan untuk menghadapi kemungkinan kehilangan figur-figur puncak.

Selain faktor militer, jejaring ekonomi berbasis yayasan (bonyad) dan konglomerasi yang terhubung dengan IRGC turut memperkuat loyalitas elite.

Sistem patronase ini memastikan kelompok-kelompok kunci tetap memiliki kepentingan terhadap kelangsungan rezim, meskipun ekonomi Iran terdampak sanksi Barat.

Dari sisi ideologi, warisan Revolusi 1979 masih menjadi fondasi kuat. Jaringan lembaga keagamaan dan pendidikan yang dibangun sejak revolusi terus membentuk loyalitas ideologis aparat dan sebagian masyarakat. Boussois menilai ideologi tersebut menjadi sumber nyata bagi persatuan, panggilan tugas, dan rekrutmen.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi