Akurat Logo

Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib, Konflik Kian Memanas

Lufaefi | 19 Maret 2026, 10:16 WIB
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib, Konflik Kian Memanas
Menteri Intelijen Iran, Esmaeil Khatib (istimewa)

AKURAT.CO Militer Israel mengonfirmasi telah menewaskan Menteri Intelijen Iran, Esmaeil Khatib, dalam serangan terarah yang dilakukan pada Selasa malam. Konfirmasi disampaikan militer Israel dan Menteri Pertahanan Israel, Yoav Katz, pada Rabu (18/3/2026).

Kematian Khatib disebut menjadi salah satu pukulan paling signifikan bagi Iran sejak dimulainya operasi militer besar Israel yang dinamai Epic Fury atau Roaring Lion.

Serangan tersebut terjadi sehari setelah tewasnya sejumlah tokoh penting Iran lainnya, termasuk Ali Larijani dan komandan milisi Basij, Gholamreza Soleimani, dalam rangkaian eskalasi konflik yang terus meningkat.

Esmaeil Khatib menjabat sebagai Menteri Intelijen Iran sejak Agustus 2021 pada masa pemerintahan Presiden Ebrahim Raisi. Meski terjadi pergantian kepemimpinan ke Presiden Masoud Pezeshkian, Khatib tetap dipertahankan di posisinya, sebuah langkah yang dinilai tidak lazim dalam dinamika politik Iran.

Khatib dikenal sebagai tokoh garis keras yang dekat dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta memiliki latar belakang kuat di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Selama menjabat, ia berperan dalam menjaga keseimbangan relasi antara Kementerian Intelijen dan IRGC yang kerap diwarnai rivalitas internal.

Baca Juga: Israel Serang Ladang Gas South Pars, Iran Ancam Target-Target Minyak dan Gas di Kawasan Teluk

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengecam keras serangan tersebut. Dalam pernyataan resminya, ia menyebut pembunuhan Khatib dan sejumlah pejabat tinggi lainnya sebagai tindakan pengecut yang menimbulkan duka mendalam bagi Iran.

“Pembunuhan rekan-rekan saya tercinta telah membuat kami berduka mendalam,” ujar Pezeshkian, seraya menegaskan bahwa perjuangan para tokoh yang tewas akan terus dilanjutkan.

Serangan terhadap pejabat tinggi ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik Iran–Israel, dengan meningkatnya target operasi yang menyasar struktur kepemimpinan strategis. Situasi tersebut dinilai berpotensi memperluas konflik di kawasan Timur Tengah dalam waktu dekat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi