Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib, Konflik Kian Memanas

AKURAT.CO Militer Israel mengonfirmasi telah menewaskan Menteri Intelijen Iran, Esmaeil Khatib, dalam serangan terarah yang dilakukan pada Selasa malam. Konfirmasi disampaikan militer Israel dan Menteri Pertahanan Israel, Yoav Katz, pada Rabu (18/3/2026).
Kematian Khatib disebut menjadi salah satu pukulan paling signifikan bagi Iran sejak dimulainya operasi militer besar Israel yang dinamai Epic Fury atau Roaring Lion.
Serangan tersebut terjadi sehari setelah tewasnya sejumlah tokoh penting Iran lainnya, termasuk Ali Larijani dan komandan milisi Basij, Gholamreza Soleimani, dalam rangkaian eskalasi konflik yang terus meningkat.
Esmaeil Khatib menjabat sebagai Menteri Intelijen Iran sejak Agustus 2021 pada masa pemerintahan Presiden Ebrahim Raisi. Meski terjadi pergantian kepemimpinan ke Presiden Masoud Pezeshkian, Khatib tetap dipertahankan di posisinya, sebuah langkah yang dinilai tidak lazim dalam dinamika politik Iran.
Khatib dikenal sebagai tokoh garis keras yang dekat dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta memiliki latar belakang kuat di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Selama menjabat, ia berperan dalam menjaga keseimbangan relasi antara Kementerian Intelijen dan IRGC yang kerap diwarnai rivalitas internal.
Baca Juga: Israel Serang Ladang Gas South Pars, Iran Ancam Target-Target Minyak dan Gas di Kawasan Teluk
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengecam keras serangan tersebut. Dalam pernyataan resminya, ia menyebut pembunuhan Khatib dan sejumlah pejabat tinggi lainnya sebagai tindakan pengecut yang menimbulkan duka mendalam bagi Iran.
“Pembunuhan rekan-rekan saya tercinta telah membuat kami berduka mendalam,” ujar Pezeshkian, seraya menegaskan bahwa perjuangan para tokoh yang tewas akan terus dilanjutkan.
Serangan terhadap pejabat tinggi ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik Iran–Israel, dengan meningkatnya target operasi yang menyasar struktur kepemimpinan strategis. Situasi tersebut dinilai berpotensi memperluas konflik di kawasan Timur Tengah dalam waktu dekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 3Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 5Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 6Prediksi Prancis vs Italia 3 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 8Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat








