PM Israel Benar Tewas Ditembak oleh Orang Tak Dikenal

AKURAT.CO Isu mengenai tewasnya perdana menteri Israel akibat penembakan memang sempat ramai diperbincangkan. Namun dalam sejarah, peristiwa tersebut benar-benar pernah terjadi, menimpa mantan Perdana Menteri Israel, Yitzhak Rabin.
Peristiwa tragis itu terjadi pada 4 November 1995 di Tel Aviv, saat Rabin menghadiri aksi besar yang menyerukan perdamaian antara Israel dan negara-negara Arab. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya perdamaian.
“Jangan hanya bernyanyi tentang perdamaian, mari kita ciptakan perdamaian!,” kata Rabin, dikutip dari The Guardian.
Baca Juga: Iran Yakin Menang Perang Lawan AS-Israel karena 5 Alasan Ini
Namun, setelah acara selesai dan ia hendak meninggalkan lokasi, seorang pria tak dikenal berhasil mendekatinya dan melepaskan tembakan dari jarak dekat. Dua peluru mengenai tubuh Rabin.
Ia segera dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia tak lama kemudian.
Peristiwa tersebut menjadikan Rabin sebagai perdana menteri Israel pertama yang tewas akibat penembakan saat masih menjabat.
Pelaku kemudian ditangkap dan diketahui bernama Yigal Amir, seorang mahasiswa Yahudi yang menentang keras kebijakan perdamaian Rabin dengan Palestina.
Penolakan itu berkaitan dengan langkah Rabin dalam menandatangani Perjanjian Oslo bersama pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Yasser Arafat pada 1993.
Perjanjian tersebut memberikan otonomi bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat, dan menjadi tonggak penting dalam upaya perdamaian di kawasan.
Atas upaya tersebut, Rabin bersama Arafat dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada 1994.
Namun, kebijakan itu juga memicu penolakan keras dari kelompok nasionalis Israel. Pelaku penembakan, Yigal Amir, diketahui memiliki pandangan ultra-nasionalis dan menganggap Rabin telah menyerahkan tanah Yahudi.
Dalam persidangan, Amir bahkan mengaku tidak menyesali perbuatannya, hingga akhirnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.
Dalam konteks politik saat itu, tokoh oposisi Benjamin Netanyahu juga dikenal sebagai salah satu figur yang keras mengkritik kebijakan Rabin dan menolak Perjanjian Oslo.
Baca Juga: Iran Sindir Donald Trump: Hasil Perang Tak Ditentukan Cuitan di Media Sosial
Sementara itu, terkait isu terbaru yang menyebut Netanyahu tewas akibat konflik dengan Iran, kabar tersebut telah dibantah. Sebuah video yang diunggah di akun resminya menunjukkan Netanyahu masih hidup dan beraktivitas seperti biasa.
Dengan demikian, peristiwa tewasnya perdana menteri Israel akibat penembakan memang benar terjadi dalam sejarah, namun merujuk pada sosok Yitzhak Rabin pada 1995, bukan kejadian terbaru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








