Iran Kecam Sekjen PBB karena Dinilai Remehkan Dampak Serangan AS-Israel

AKURAT.CO Pemerintah Iran mengecam Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres karena dinilai meremehkan jumlah korban jiwa akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Kritik tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, melalui unggahan di platform X pada Sabtu (7/3/2026).
Dalam pesannya, Baghaei meminta agar situasi yang terjadi tidak digambarkan secara umum sebagai “pertempuran”, melainkan disebut sebagai tindakan agresi.
"Mari kita sebut apa adanya," tulisnya.
Ia menegaskan, “Ini bukan 'pertempuran'; ini adalah 'tindakan agresi tanpa provokasi' yang dilancarkan oleh dua rezim bersenjata nuklir terhadap Iran.”
Baghaei juga menyoroti bahwa serangan tersebut terjadi saat Iran dan Amerika Serikat sedang menjalani proses diplomatik.
"Kita SEDANG dalam 'negosiasi diplomatik serius' sementara AS/Israel menyerang Iran, untuk kedua kalinya dalam 9 bulan terakhir," ujarnya.
Selain itu, ia mengkritik pernyataan Guterres yang dinilai lebih menekankan dampak ekonomi global dibanding korban sipil di Iran.
Baca Juga: Maskapai Arab Saudi Mulai Buka Kembali Penerbangan Terbatas
"Anda prihatin tentang 'risiko besar bagi ekonomi global'; bagaimana dengan warga sipil yang tidak bersalah, termasuk 175 malaikat kecil yang dibantai di Kota Minab, dan banyak lagi yang tewas dan cacat di seluruh Iran selama 7 hari terakhir akibat tindakan kriminal Amerika/Israel?!" tulis Baghaei.
Menurut keterangan otoritas Iran, lebih dari 1.100 orang dilaporkan tewas sejak dimulainya serangan pada Sabtu pekan lalu. Di antara korban tersebut termasuk anak-anak di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan.
Baghaei menutup pernyataannya dengan mendesak PBB mengambil sikap yang lebih tegas terhadap konflik yang terjadi.
"PBB harus berterus terang dan memikul tanggung jawab hukum dan moralnya terkait perang ilegal terhadap Iran ini," ujarnya.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Sekretaris Jenderal PBB terkait pernyataan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla









