PM Spanyol Soal Serangan AS-Israel ke Iran: Kami Menentang Bencana Ini!

AKURAT.CO Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez memperingatkan bahwa serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran berisiko memicu konflik berkepanjangan yang dapat meningkatkan biaya hidup di seluruh dunia. Ia juga mendesak semua pihak untuk menghormati hukum internasional dan segera menghentikan kekerasan.
“Kami menentang bencana ini. Pemerintah seharusnya hadir untuk memperbaiki kehidupan rakyat, bukan memperburuknya,” ujar Sanchez dalam pidato yang disiarkan televisi nasional, Rabu waktu setempat.
“Tidak dapat diterima jika ada pihak yang memanfaatkan kabut perang untuk menutupi kegagalan mereka dan memperkaya segelintir orang yang sama seperti biasanya,” imbuhnya.
Sanchez menegaskan tidak ada yang mengetahui secara pasti tujuan akhir dari pihak yang memulai konflik tersebut.
“Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi atau apa tujuan mereka, tetapi kita harus siap jika ini berubah menjadi perang panjang,” katanya.
Meski mengkritik pemerintahan Iran yang dinilai menekan rakyatnya, terutama perempuan, Sanchez tetap menuntut solusi damai.
“Kami tidak menyukai rezim Iran, tetapi kami menuntut penyelesaian secara damai,” ujarnya.
Menurutnya, permusuhan yang terjadi telah menyebabkan ratusan korban jiwa di rumah dan sekolah, serta mengguncang pasar saham dan harga energi global. Ia mengingatkan bahwa perang besar kerap dipicu oleh rangkaian kesalahan dan ketidakpastian.
“Kita tidak bisa bermain rolet Rusia dengan kehidupan jutaan orang,” katanya, merujuk pada awal Perang Dunia I.
Sanchez juga membandingkan situasi ini dengan Perang Irak yang, menurutnya, meningkatkan terorisme, biaya hidup, arus migrasi, dan membuat dunia kurang aman. Ia menegaskan bahwa Spanyol tidak sendirian dalam sikapnya menolak perang.
“Kami berdiri bersama nilai-nilai konstitusi kami, prinsip Uni Eropa, Piagam PBB, dan hukum internasional, serta bersama perdamaian,” kata Sanchez.
“Naif jika percaya bahwa kekerasan adalah jawaban atau mengikuti pihak lain secara membabi buta adalah bentuk kepemimpinan," lanjutnya.
Ia menambahkan, pemerintah Spanyol tengah menyiapkan langkah ekonomi untuk melindungi warga dan pelaku usaha jika terdampak konflik. Madrid juga berupaya memulangkan ribuan warga Spanyol yang terjebak di kawasan Teluk.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengancam akan memutus hubungan dagang dengan Spanyol setelah Madrid menolak penggunaan pangkalan militernya untuk menyerang Iran.
“Kami akan menghentikan semua perdagangan,” kata Trump dalam konferensi pers bersama Kanselir Jerman Friedrich Merz di Gedung Putih. Menteri Keuangan AS Scott Bessent turut menyatakan Mahkamah Agung telah menegaskan kewenangan presiden untuk menerapkan embargo.
Menanggapi hal tersebut, pemerintah Spanyol menyatakan setiap perubahan hubungan dagang harus menghormati hukum internasional dan perjanjian yang berlaku. “Kami tidak akan takut terhadap pembalasan,” tegas Shancez.
Sumber: TRT World
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 820 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja








