Israel Deportasi Relawan Global Sumud Flotilla ke Eropa, Termasuk 12 Warga Malaysia

AKURAT.CO Kementerian Luar Negeri Israel mengumumkan bahwa para relawan yang tergabung dalam Armada Global Sumud (Global Sumud Flotilla) dan dicegat saat menuju Gaza akan segera dideportasi ke Eropa.
Dalam pernyataan di platform X (sebelumnya Twitter), Kamis (2/10/2025), Kementerian Luar Negeri Israel menyebut para peserta armada "berjalan dengan aman dan damai menuju Israel, tempat prosedur deportasi ke Eropa akan dimulai."
Otoritas Israel juga menegaskan bahwa seluruh penumpang dalam kondisi sehat.
Ratusan Relawan Ditahan Israel
Dari 497 peserta misi Global Sumud Flottila, sedikitnya 201 orang ditahan oleh pasukan Israel.
Di antara mereka terdapat 12 warga Malaysia yang menjadi sukarelawan di kapal-kapal menuju Gaza. Informasi ini disampaikan oleh Datuk Dr. Sani Araby Abdul Alim Araby, Direktur Jenderal Pusat Komando Sumud Nusantara.
14 Kapal Dicegat, Termasuk Kapal yang Ditumpangi Relawan Malaysia
Menurut Dr. Sani, hingga Kamis pukul 10.44 waktu Malaysia, total 14 kapal armada telah dicegat oleh otoritas Israel. Beberapa di antaranya adalah kapal Sirius, Alma, Huga, Grande Blu, dan Hio, yang mengangkut tujuh pria dan lima wanita asal Malaysia.
Misi Kemanusiaan Tertahan
Global Sumud Flottila dikenal sebagai misi solidaritas internasional yang berangkat menuju Gaza untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Namun, upaya tersebut kembali terhambat setelah dicegat pasukan Israel di jalur laut.
Belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai kapan proses deportasi seluruh relawan akan selesai dilakukan. Sebelum informasi kejelasan keberadaan para awak Sumud Flottila ini, sejumlah netizen Malaysia mengungkapkan kekhawatirannya di media sosial, karena para perwakilan dari Malaysia yang tergabung dalam misi tersebut hilang kontak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







