Akurat Logo

UPDATE Israel Diduga Masukkan Narkoba dan Obat Mandul ke Bantuan Tepung untuk Warga Gaza

Shalli Syartiqa | 2 Juli 2025, 11:45 WIB
UPDATE Israel Diduga Masukkan Narkoba dan Obat Mandul ke Bantuan Tepung untuk Warga Gaza

AKURAT.CO Dugaan tentang Israel yang mencampur pil narkotika dan obat mandul ke dalam kantong tepung bantuan untuk warga Gaza telah muncul.

Isu ini menambah daftar penderitaan warga Gaza yang sebelumnya sudah menghadapi gempuran militer saat mengantre makanan.

Berikut dampak Israel diduga masukkan narkoba dan obat mandul ke bantuan tepung untuk warga Gaza.

Baca Juga: Cara Ambil BSU di Kantor Pos Tahap 2 Sudah Cair, Cek Status Penerima BPJS Ketenagakerjaan Sekarang!

Dampak Diduga Masukkan Narkoba dan Obat Mandul ke Tepung untuk Warga Gaza

Tuduhan mengejutkan ini muncul di tengah krisis kemanusiaan yang parah dan serangan militer yang terus-menerus melanda Gaza.

Pusat distribusi bantuan yang didukung Israel dan Amerika Serikat (AS) di Gaza diduga menjadi tempat pil narkotika dicampurkan ke dalam kantong tepung yang kemudian didistribusikan kepada warga.

Jenis pil yang diduga dicampur adalah Oxycodone, sebuah jenis narkotika yang sering disalahgunakan.

Baca Juga: Bantah Terlibat Korupsi ASDP, Pintu Ngaku Siap Bantu KPK Berikan Data-data

Kejahatan ini menjadi sorotan karena bukan hanya penembakan warga Palestina dengan sniper dan serangan jet yang terjadi saat antrean bantuan, tetapi juga dugaan pencampuran zat berbahaya dalam makanan pokok.

Jika terbukti benar, tindakan ini akan memperburuk kondisi kesehatan dan kemanusiaan di Gaza, serta memicu kemarahan global atas pelanggaran etika perang dan hak asasi manusia.

Warga Gaza terus menghadapi situasi yang memprihatinkan, dengan krisis kemanusiaan yang semakin mendalam.

Antrean panjang untuk mendapatkan bantuan makanan seringkali menjadi target serangan, dan kini muncul dugaan pencampuran zat berbahaya dalam bantuan yang seharusnya menopang hidup mereka.

Ini menambah beban psikologis dan fisik bagi penduduk yang sudah sangat menderita.

 

 

 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.