Idul Fitri di Gaza: Kebahagiaan yang Tertahan di Tengah Duka dan Serangan Israel

AKURAT.CO Muslim Palestina di Jalur Gaza merayakan Idul Fitri 2025 dalam suasana penuh duka.
Di tengah puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan Israel, umat Islam tetap melaksanakan Shalat Id sebagai simbol keteguhan dan harapan.
Ketua Presidium Aqsa Working Group (AWG), M. Anshorullah, mengungkapkan, banyak warga Gaza yang shalat di lapangan terbuka, dikelilingi reruntuhan masjid yang luluh lantak akibat agresi militer.
"Di Kota Khan Younis dan Jabalia, misalnya, masjid-masjid telah hancur, tetapi umat tetap beribadah di tengah puing-puing. Ini adalah gambaran betapa kuatnya iman mereka di tengah penderitaan," kata Anshorullah, Minggu (30/3/2025).
Kebahagiaan Idul Fitri di Gaza tak berlangsung lama. Hanya beberapa jam setelah umat Muslim selesai melaksanakan Shalat Id, Israel kembali melancarkan serangan udara di Kota Khan Younis.
Serangan brutal tersebut menewaskan setidaknya 20 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya.
Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak yang sedang berkumpul bersama keluarga untuk merayakan lebaran.
Baca Juga: Puan Ajak Semua Elemen Bangsa Pererat Persaudaraan di Hari Raya Idulfitri
"Banyak anak-anak yang syahid masih mengenakan baju dan sepatu baru, bahkan menggenggam koin hadiah dari keluarga mereka," ungkap Anshorullah dengan penuh kepedihan.
Selain dihantui oleh serangan udara, rakyat Palestina di Gaza juga menghadapi krisis kemanusiaan yang semakin parah.
Blokade ketat Israel telah membuat pasokan makanan dan bantuan kemanusiaan hampir sepenuhnya terputus.
"Sudah hampir dua pekan tidak ada satu pun truk bantuan yang diizinkan masuk melalui perbatasan. Warga semakin kelaparan dan situasi ini sangat mengkhawatirkan," jelasnya.
Di tempat lain, situasi juga tidak lebih baik. Di Kota Jenin, Tepi Barat, pasukan Israel menyerang warga Palestina yang sedang berkumpul merayakan Idul Fitri bersama keluarga.
Mereka ditembaki dengan gas air mata, memicu kepanikan dan kepedihan di hari yang seharusnya penuh kebahagiaan.
Di tengah penderitaan yang tak kunjung usai, umat Muslim di Palestina tetap berusaha merayakan Idul Fitri dengan penuh keteguhan.
Namun, di balik senyum mereka, ada luka yang terus menganga akibat penindasan yang belum berhenti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








