Akurat Logo

Dukung Dakwah Islam di Negeri Sakura, Cinta Quran Foundation Bangun Masjid di Yokohama

Leo Farhan | 12 Januari 2025, 16:47 WIB
Dukung Dakwah Islam di Negeri Sakura, Cinta Quran Foundation Bangun Masjid di Yokohama

AKURAT.CO Cinta Quran Foundation resmi membangun Masjid As-Sholihin di Yokohama, Jepang. Peletakan batu pertama dilaksanakan pada Jumat, 10 Januari 2025, pada pukul 09.00 waktu Jepang.

Setelah perjuangan yang luar biasa, akhirnya Cinta Quran Foundation mampu
merealisasikan pembangunan masjid Indonesia pertama di Yokohama.

Langkah ini dimulai dari pertemuan Cinta Quran Foundation dengan para pekerja migran Indonesia di Yokohama, Jepang, yang khawatir anak dan cucunya tidak mengenal masjid.

Pertemuan itu membuahkan gagasan luar biasa untuk kemajuan dakwah Islam di
Negeri Sakura. Dukungan juga hadir dari umat muslim di Indonesia melalui donasi
pembangunan masjid.

Dana yang dibutuhkan untuk membangun masjid sendiri diperkirakan sebesar Rp40 miliar. Pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen Cinta Quran Foundation untuk mendukung penguatan iman, edukasi, dan kegiatan religi bagi muslim di Yokohama dan sekitarnya.

Masjid ini akan dibandun di atas tanah seluas 397 meter persegi dengan luas bangunan 650 meter persegi sehingga bisa menampung sebanyak lebih dari 600
jamaah.

Founder sekaligus Dewan Pembina Cinta Quran Foundation, Ustadz Fatih Karim
meresmikan pembangunan masjid tersebut.

Ia ditemani sejumlah tokoh, seperti
Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula;
President Director Deamaya Studio, Muhammad Subhan; Representative Director Gaia Design Studio Co., Ltd. Architectural Office, Mr Masamitsu Iibe; Chairman of Chiba Islamic Cultural Center Japan, Hajj Kyochiro Sugimoto; Praktisi Neuroparenting Skill, dr. Aisah Dahlan; serta Musisi dan Top 4 American Got Talent 2023, Putri Ariani.

“Masjid As-Sholihin Yokohama adalah bentuk nyata dari misi dakwah Islam yang penuh cinta di Negeri Matahari Terbit. Kami berharap masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial yang mempererat hubungan masyarakat lintas budaya di Jepang,” kata Ustadz Fatih Karim.

Ia menyatakan bahwa Masjid As-Sholihin dirancang sebagai pusat spiritual yang
multifungsi.

Selain menyediakan ruang shalat, masjid ini juga akan menjadi mualaf center, baitul maal, halal mart, serta tempat menyelenggarakan kajian keislaman, dan
berbagai aktivitas sosial yang melibatkan komunitas muslim.

Ditemani arsitek Jepang, Ustadz Fatih Karim percaya konstruksi masjid ini merupakan
yang terbaik. “Di Jepang, semua bangunan diperhatikan, termasuk masjid kita bersama ini, oleh karena itu masjid ini akan dibangun tiga lantai dengan bangunan modern dan
tentunya nyaman untuk ibadah,” ujarnya.

Menurutnya, meski belum berdiri secara utuh namun sudah banyak mualaf yang
bersyahadat di sana. “Alhamdulillah, dengan hidayah Allah, banyak warga Jepang yang akhirnya memeluk Islam di lokasi yang akan dibangun masjid ini, semoga semakin
banyak orang yang berbondong-bondong bersyahadat di sini,” imbuhnya.

Cinta Quran Foundation mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung
pembangunan masjid ini sebagai wujud kontribusi terhadap dakwah Islam di Jepang.

Harapannya cahaya Islam akan menerangi seisi dunia, termasuk dari Negeri tempat
Matahari Terbit, yaitu Jepang.

Sementara itu, Muhammad Al Aula, Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Tokyo menceritakan perjuangan Nabi Muhammad SAW saat mendirikan masjid di zamannya dahulu.

Menurutnya, Rasulullah SAW harus berdarah-darah terlebih dahulu
untuk membangun tempat ibadah.

“Pada zaman Rasulullah, untuk membangun masjid saja perjuangannya harus ada
darah dan air mata, hari ini semua di antara kita berpakaian rapih,” katanya.

Ia juga menyampaikan salam dari Duta Besar Indonesia untuk Jepang. Ia mengatakan jumlah masyarakat Indonesia di Jepang semakin banyak, ada 173.000.
Dan baginya, masjid adalah salah satu kebutuhan tidak hanya untuk umat Islam.

“Kita bekerja hari ini untuk esok hari, mari kita berharap agar Masjid As-Sholihin
menjadi mercusuar harapan bagi kebaikan umat manusia yang ada di muka bumi,
masjid ini ada di tengah komunitas Jepang yang mungkin bukan umat muslim, tapi ini
jangan sampai menjadi sekat yang membatasi, sebagaimana Islam diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia,” tuturnya.

Atas nama pemerintah Indonesia, ia juga berharap pembangunan berjalan dengan baik sesuai dengan perencanaan. “Semoga semua perencanaan sesuai dengan waktunya,” imbuhnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.