Akurat Logo

7 Orang Tewas dalam Serangan Roket Hizbullah di Israel

Petrus C. Vianney | 4 November 2024, 16:48 WIB
7 Orang Tewas dalam Serangan Roket Hizbullah di Israel

AKURAT.CO Israel utara dilanda serangan roket paling mematikan dalam beberapa bulan terakhir, yang diluncurkan oleh kelompok Hizbullah dari Lebanon.

Serangan tersebut menewaskan tujuh orang, termasuk seorang petani Israel dan empat pekerja asal Thailand yang sedang bekerja di sekitar kota Metula, dekat perbatasan Lebanon. Di tempat lain, seorang wanita Israel dan putranya tewas di sebuah kebun zaitun di dekat Haifa.

Menurut pihak militer Israel, Hizbullah meluncurkan roket ke beberapa wilayah utara Israel, termasuk area Krayot dan pasukan Israel di dekat kota Khiam, Lebanon. Sebanyak 55 roket ditembakkan ke Galilea Barat dan daerah sekitar.

"Kami dipanggil ke kebun zaitun dan melihat seorang pria berusia 30-an tergeletak di tanah, tidak sadarkan diri," kata paramedis MDA Mazor dan Yishai Levy kepada Jerusalem Post, dikutip dari Bbc.com, Senin (4/11/2024).

Korban tewas di Israel meliputi Omer Weinstein, petani Israel berusia 46 tahun dan empat pekerja asal Thailand. Serangan juga melukai beberapa orang, termasuk seorang pria berusia 70 tahun yang dirawat di Haifa.

Di sisi lain, pangkalan penjaga perdamaian PBB di Lebanon juga terkena dampak, meskipun tidak ada korban jiwa.

Ketegangan semakin meningkat ketika para pejabat AS melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membahas kemungkinan kesepakatan gencatan senjata.

Serangan ini adalah bagian dari ketegangan yang terus berlangsung antara Israel dan Hizbullah sejak konflik di Gaza memanas.

Puluhan ribu warga di wilayah perbatasan Israel terpaksa mengungsi, sementara ribuan orang di Lebanon kehilangan nyawa dan banyak lainnya terpaksa mengungsi akibat pertempuran.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.