Profil Abigail Edan, Sandera Anak Israel Umur 4 Tahun Yang Telah Dibebaskan Hamas

AKURAT.CO Abigail Edan, anak perempuan berusia empat tahun yang merupakan salah satu sandera dari keturunan warga Israel-Amerika, diketahui telah dibebaskan oleh Hamas pada Minggu, (26/11/2023) lalu, bersama 17 orang sandera lainnya.
Dilansir dari CBS News, profil gadis kecil ini diketahui memiliki nama lengkap Abigail Mor Edan. Ia merupakan gadis yang tinggal di daerah Kibbutz Kfar Aza, Israel, bersama orang tua dan kedua kakak laki-lakinya yang berusia enam dan 10 tahun.
Baca Juga: Harvard University Bela Palestina Dengan Hentikan Dana Dari Donatur, Ada Jurusan Apa Saja Di Sana?
Sebagai keturunan dari percampuran Israel dan Amerika, Abigail memiliki status kewarganegaraan di kedua negara tersebut, sebagaimana 17 sandera Hamas ini terdiri dari 14 warga Israel dan tiga warga negara asing.
Saat pertama kali diculik, yakni pada (7/10/2022), Abigail masih berusia tiga tahun dan harus mengalami trauma tragis akan kematian ayah dan ibunya yang menjadi korban meninggal atas serangan Hamas kepada Israel.
Pada peristiwa tersebut, Abigail menyaksikan ibunya yang terbunuh langsung di hadapannya, serta ayahnya yang juga tertembak mati saat menggunakan tubuhnya untuk melindungi Abigail dari gempuran tembakan Hamas.
Sementara itu, kedua kakak Abigail berhasil menyelamatkan diri mereka setelah mengunci diri dan bersembunyi di dalam sebuah lemari selama 14 jam.
Ketika mengetahui bahwa ayah yang melindunginya telah wafat, Abigail kemudian merangkak keluar dari pelukan sang ayah dan berlari ke rumah tetangganya untuk meminta bantuan. Ia pun diperbolehkan masuk ke rumah tetangganya dan berlindung di sana.
Namun tak lama, tentara Hamas menemukan mereka dan turut menangkap semua orang. Artinya Hamas berhasil menangkap Abigail, serta keluarga tetangganya yang terdiri dari seorang ibu dan tiga anaknya yang berusia 10, delapan, dan empat tahun.
Berdasarkan penangkapan saat itu, Abigail yang masih berusia tiga tahun berhasil menjadi tawanan paling muda diantara 240 orang yang menjadi sandera Hamas pada saat itu.
Namun kini, Abigail yang telah dibebaskan dapat berkumpul lagi bersama kedua kakaknya. Kabar ini pun disambut bahagia oleh keluarga Abigail lainnya yang mengatakan bahwa Abigail akan dirawat oleh bibi, paman, serta nenek-kakeknya di masa mendatang.
Sebelumya, konflik Israel dan Palestina tengah memasuki babak baru dengan disetujuinya aksi gencatan senjata sementara oleh kedua belah pihak selama empat hari, yakni sejak Jumat, (24/11/2023) hingga Senin, (27/11/2023).
Bersamaan dengan kesepakatan gencatan senjata ini, kedua belah pihak juga turut menyepakati adanya pembebasan sandera, yakni 150 perempuan dan remaja Palestina yang ditahan pihak Israel, serta 50 tawanan Hamas dari golongan perempuan dan anak-anak Israel, termasuk di antaranya Abigail.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini






