Akurat Logo

Sulit Dihancurkan Oleh Israel, Ternyata Ini Cara Cerdik Hamas Dapatkan Pasokan Senjata

Deni Muhtarudin | 1 November 2023, 17:10 WIB
Sulit Dihancurkan Oleh Israel, Ternyata Ini Cara Cerdik Hamas Dapatkan Pasokan Senjata

AKURAT.CO Hamas merupakan organisasi politik dan militer yang memproklamirkan diri sebagai Gerakan Perlawanan Islam untuk pembebasan Palestina dari penindasan Israel dan sekutunya. 

Namun, Israel dan beberapa negara lainnya seperti AS, Jepang, Uni Eropa dan Inggris justru menganggap Hamas sebagai gerakan teroris.

Kendati dianggap sebagai teroris oleh beberapa negara, Hamas tetap memiliki peran penting dalam masyarakat Palestina. Hal ini terbukti melalui kemenangan Hamas dalam pemilihan legislatif pada 2006. 

Kini Hamas kian menjadi sorotan, terlebih ketika berhasil melancarkan serangan perlawanan ke Israel pada Sabtu (7/10/2023). 

Publik pun mempertanyakan bagaimana selama ini Hamas bertahan bahkan melakukan perlawanan terhadap Israel.

Padahal, jika dibandingkan dengan kekuatan Israel yang dibantu oleh AS, kekuatan Hamas tentu tidak ada apa-apanya.

Baca Juga: Israel Tingkatkan Serangan Terhadap Hamas, Negara Di Dunia Terus Desak Aliran Bantuan Ke Gaza 

Sumber Senjata Hamas

  1. Produksi lokal

Dalam studi yang dilakukan oleh Jerusalem Center for Public Affairs, Hamas disebut memproduksi sendiri sebagian besar senjata yang mereka miliki. Bahkan Hamas melakukan riset dan pengembangan, mulai dari drone hingga kendaraan penyelam tanpa awak.

Kemampuan Hamas dalam merakit senjata sendiri juga dikonfirmasi langsung oleh Hamas dengan menggelar pawai persenjataan yang memamerkan beberapa senjata baru hasil rakitan mereka.

Pada pawai persenjataan itu, Hamas memamerkan tiga jenis senjata yang telah mereka produksi sendiri, di antaranya adalah rudal, drone, dan kendaraan lapis baja.

Produksi senjata lokal ini membuat Hamas bisa memenuhi kebutuhan persenjataannya secara diam-diam tanpa harus mengandalkan pasokan dari luar Gaza.

  1. Bantuan luar negeri

Bukan rahasia lagi jika Hamas memang memiliki bantuan senjata dari luar negeri. Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh dalam sebuah wawancara dengan televisi Al Jazeera pada tahun lalu mengatakan bahwa kelompoknya menerima sokongan di bidang militer sebesar USD70 juta dari Iran. 

"Kami punya roket yang diproduksi di dalam negeri, tapi roket jarak jauhnya datang dari luar negeri, dari Iran, Suriah, dan lainnya melalui Mesir," Kata Haniyeh.

Selain itu, menurut laporan Departemen Luar Negeri AS pada 2020, Iran menyokong dana sekitar USD100 juta atau sekitar Rp1,57 triliun per tahun pada kelompok-kelompok Palestina, termasuk Hamas, Jihad Islam Palestina, dan Front Populer untuk Komando Umum Pembebasan Palestina.

Sumber keamanan Israel bahkan mengatakan, sejak tahun lalu aliran dana Iran untuk sayap militer Hamas semakin deras, dari USD100 juta menjadi sekitar USD350 juta atau setara Rp5,5 triliun per tahun.

Selain Iran, Hamas juga diketahui mendapat pasokan persenjataan dari Korea Utara. Hal ini disampaikan oleh seorang pejabat militer Israel.

"Saya kira sekitar lima hingga 10 persen senjata di sini (dibuat) di Iran dan 10 persen adalah dari Korut. Sisanya dibuat di Jalur Gaza," kata pejabat yang tidak mau disebutkan namanya itu, Kamis (26/10/2023) dikutip melalui CNBC.

Baca Juga: Patuhi Hukum Perang, Hamas Tak Ingin Sakiti Warga Sipil Di Tengah Gempuran Israel

Dugaan ini pun diperkuat dengan rekaman seorang pasukan Hamas yang membawa roket peluncur yang diduga berasal dari Korea Utara. Video tersebut dibagikan tak lama setelah serangan Hamas terhadap Israel pada Sabtu (7/10).

"Sebuah video baru-baru ini yang direkam hari ini menunjukkan anggota Brigade Al-Qassam (HAMAS) di Jalur Gaza," tulis War Noir, Sabtu (7/10) dikutip melalui CNBC. 

"Salah satu anggota terlihat membawa roket F-7 HE-Frag yang tidak biasa, awalnya diproduksi di Korea Utara," tambahnya. 

Cara Hamas mendapat bantuan senjata dari luar negeri pun tak semudah yang dibayangkan. Senjata yang ingin dikirim Hamas harus diselundupkan terlebih dulu, salah satu cara penyelundupannya adalah melalui terowongan bawah tanah yang menghubungkan Gaza-Mesir.

Penyelundupan itu dilakukan untuk menghindari embargo Israel-Mesir yang telah berlangsung sejak 2005. (Adinda Shafa Afriasti)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
W
Editor
Wahyu SK