Akurat Logo

Kapal Migran Tenggelam Di Lepas Pantai Tunisia, 51 Orang Hilang

Tia Nurullatifah | 7 Agustus 2023, 11:24 WIB
Kapal Migran Tenggelam Di Lepas Pantai Tunisia, 51 Orang Hilang

AKURAT.CO Sedikitnya empat orang tewas dan 51 lainnya hilang setelah sebuah kapal migran tenggelam di lepas pantai Pulau Kerkennah, Tunisia, pada Minggu (6/8/2023).

Dikutip Senin (7/8/2023), Pejabat Kehakiman melaporkan bahwa semua migran yang ada di kapal tersebut berasal dari Sub-Sahara Afrika.

Diketahui, sejak 1 Januari hingga 20 Juli 2023, penjaga pantai Tunisia menemukan 901 mayat migran yang tenggelam di lepas pantainya.

Menteri Dalam Negeri Tunisia, Kamel Feki, mengatakan kepada parlemen bahwa di antara 901 mayat yang ditemukan terdapat 36 warga Tunisia dan 267 migran asing, sementara identitas sisanya tidak diketahui.

Hal tersebut lantas menandai jumlah korban yang belum pernah terjadi sebelumnya di lepas pantai negara itu.

Sebagian besar perahu yang membawa para migran berangkat dari pantai Kota Sfax di bagian selatan.

Negara Afrika Utara itu menghadapi rekor gelombang tertinggi migrasi tahun ini dibarengi dengan sering terjadi musibah tenggelamnya kapal-kapal migran dari Sub-Sahara Afrika yang menuju pantai Italia.

Ribuan migran tidak berdokumen telah berduyun-duyun ke kota pesisir Sfax dalam beberapa bulan terakhir dengan tujuan untuk berangkat ke Eropa menggunakan perahu yang dikelola oleh penyelundup manusia, yang menyebabkan krisis migrasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di Tunisia.

Sekitar 75.065 migran perahu telah mencapai Italia pada 14 Juli dibandingkan 31.920 orang pada periode yang sama tahun lalu, demikian data resmi menunjukkan.

Lebih dari separuhnya berangkat dari negara Afrika Utara itu.

Dalam hal tersebut, Tunisia menggantikan Libya sebagai titik keberangkatan utama di kawasan ini bagi orang yang melarikan diri dari kemiskinan dan konflik di Afrika dan Timur Tengah dengan harapan mendapatkan kehidupan lebih baik di Eropa.

Tanggapan Pemerintah Tunisia

Uni Eropa dan Tunisia pada bulan Juli menandatangani sebuah kesepakatan kemitraan strategis yang mencakup pemberantasan penyelundup manusia dan pengetatan perbatasan laut di tengah meningkatnya jumlah kapal yang meninggalkan negara Afrika Utara itu menuju Eropa. 

Namun, kesepakatan tersebut belum membuahkan hasil hingga saat ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.