Akurat Logo

Uni Eropa Ingin Garda Revolusi Iran Dicap Teroris 

Bani Maryanto | 20 Januari 2023, 15:36 WIB
Uni Eropa Ingin Garda Revolusi Iran Dicap Teroris 

AKURAT.CO  Parlemen Eropa telah menemukan kata sepakat, menyarankan agar Pengawal atau Garda Revolusi Iran (IRGC) dimasukkan ke dalam daftar teroris Uni Eropa (UE).

Seruan itu, yang dibuat pada Kamis (19/1) mengikuti langkah serupa dari Inggris, yang saat ini juga tengah mempertimbangkan pendeklarasian IRGC sebagai organisasi terlarang. Parlemen Eropa, dalam sikapnya, telah bersikeras bahwa Teheran harus diberi sanksi yang diperluas sebagai buntut dari penindasan pasukan keamanan Iran terhadap para demonstran.

Badan legislatif tersebut pada Kamis berhasil mengumpulkan suara mayoritas, menggambarkan hukuman semacam itu sebagai bentuk 'perlawanan terhadap kemunduran cepat hak asasi manusia di Iran'. Untuk mencapai resolusi,  mereka meminta 27 negara anggota UE untuk memberikan suara. 

Namun, Parlemen Eropa tidak hanya ingin memasukkan IRGC ke dalam daftar hitam terorisnya, tetapi  juga larangan aktivitas ekonomi atau keuangan yang berkaitan dengan organisasi tersebut. 

Iran menentang

Segera setelah pemungutan suara Parlemen Eropa, Teheran langsung buka suara. Presiden Iran Ebrahim Raisi pada Kamis mengutuk seruan tersebut, menyebutnya 'melanggar hukum internasional dan piagam PBB'.

Pemungutan suara yang dilakukan UE adalah bentuk 'keputusasaan', kata Raisi, seperti dikutip kantor berita resmi IRNA. Raisi menambahkan bahwa IRGC merupakan badan resmi dan bagian dari  militer Republik Islam.

Seruan dari Parlemen Eropa datang sebelum pertemuan para menteri luar negeri UA pada Senin, di mana diprediksi akan ada lebih banyak sanksi untuk Iran.

Resolusi itu, yang tidak mengikat, datang setelah empat bulan protes anti-pemerintah di Iran. Gerakan sipil ini, yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini telah menjadi ganjalan besar bagi para pemimpin Republik Islam.

Amini, seorang wanita Kurdi-Iran, meninggal di usia 22 tahun, setelah ditangkap oleh polisi moral atas dugaan melanggar aturan berpakaian.

Protes sejak kematiannya dengan cepat meningkat menjadi seruan untuk menggulingkan teokrasi dan menandai salah satu tantangan terbesar yang dihadapinya dalam lebih dari empat dekade.

Iran telah menyebut demonstrasi tersebut sebagai 'kerusuhan', menyalahkan AS dan kekuatan asing lainnya, tanpa memberikan bukti. Sementara itu, para pengunjuk rasa mengaku telah muak dengan represi sosial dan politik, korupsi, dan ekonomi yang terbebani oleh sanksi dan salah urus Barat.

UE dengan tegas telah mengutuk kekerasan yang digunakan Iran selama demonstrasi, AP News melaporkan.

Sementara, AS lebih dulu menetapkan IRGC sebagai 'organisasi teroris asing', dan menjatuhkan sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
E
Editor
Endarti