Joe Biden Selamati PM Terpilih Benjamin Netanyahu, Ini Janji Kerja Sama AS-Israel

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengucapkan selamat kepada Benjamin Netanyahu yang memenangkan Pemilu Israel. Perdana menteri terpilih itu pun bersiap membentuk salah satu pemerintahan paling sayap kanan dalam sejarah negara itu.
Menurut Gedung Putih pada Senin (7/11), saat menelepon Netanyahu, Biden memuji Pemilu Israel yang bebas dan adil.
"Presiden menegaskan kembali kekuatan kerja sama bilateral dan menggarisbawahi dukungannya yang tak tergoyahkan bagi keamanan Israel," ungkap Juru Bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre.
Netanyahu memenangkan Pemilu pekan lalu dengan dukungan sekutunya, termasuk partai sayap kanan dan politisi yang dituduh melakukan rasisme blak-blakan terhadap Palestina dan Arab. Dengan demikian, terbuka jalan bagi mantan perdana menteri tersebut untuk kembali berkuasa.
Netanyahu sendiri telah mengumumkan panggilan telepon dengan Biden sehari sebelumnya. Ia mengatakan kepada presiden AS bahwa mereka dapat mengamankan lebih banyak perjanjian normalisasi dan mengatasi ancaman agresi Iran.
Sementara itu, menurut juru bicara departemen luar negeri AS Ned Price pekan lalu, AS berharap semua pejabat pemerinta Israel akan terus berbagai nilai-nilai masyarakat yang terbuka dan demokratis, termasuk toleransi dan rasa hormat terhadap semua masyarakat sipil, terutama untuk kelompok minoritas.
Pada Senin (7/11), Jean-Pierre berjanji pemerintah AS akan terus memantau dengan cermat proses pembentukan pemerintah di Israel.
"Kami berharap dapat terus bekerja sama dengan pemerintah Israel untuk kepentingan dan nilai bersama kami," tambahnya.
Biden yang mengaku dirinya seorang Zionis berjanji untuk menempatkan HAM di jantung kebijakan luar negeri AS. Ia pun menekankan betapa kerasnya komitmen AS untuk Israel.
Pemerintah AS telah menahan diri untuk mengkritik kebijakan Israel terhadap Palestina, termasuk serangan militer yang sering mematikan dan perluasan pemukiman tanpa henti di Tepi Barat. Ketika Biden mulai menjabat di Gedung Putih pada awal 2021, ia butuh waktu hampir sebulan untuk menelepon Netanyahu yang berkuasa di Israel pada saat itu. Ini menimbulkan pertanyaan soal hubungan antara kedua pemimpin tersebut.
Netanyahu dikenal dekat dengan mantan Presiden Donald Trump. Namun, Biden memiliki perbedaan politik dengan mereka, meski kerap mengungkapkan kekaguman pribadi kepada Netanyahu. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Korlantas Polri Jemput Bola Pelayanan Pengurusan SIM hingga Desa, Sekolah, Kampus, dan Pesantren
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai


