Akurat Logo

UNICEF: Gara-gara Perang Rusia-Ukraina, 4 Juta Anak Jatuh ke Jurang Kemiskinan

| 17 Oktober 2022, 18:15 WIB
UNICEF: Gara-gara Perang Rusia-Ukraina, 4 Juta Anak Jatuh ke Jurang Kemiskinan

AKURAT.CO Sekitar 4 juta anak di seluruh Eropa Timur dan Asia Tengah terdorong ke jurang kemiskinan akibat invasi Rusia ke Ukraina dan naiknya inflasi, menurut badan anak-anak PBB.

"Anak-anak menanggung beban terberat dari krisis ekonomi yang disebabkan oleh perang di Ukraina. Konflik dan naiknya inflasi mendorong tambahan 4 juta anak di seluruh Eropa Timur dan Asia Tengah ke dalam kemiskinan, naik 19 persen sejak 2021," ungkap UNICEF.

Pernyataan UNICEF merupakan kesimpulan dari kajian data di 22 negara. Anak-anak Rusia dan Ukraina paling terdampak sejak Moskow menyerang tetangganya pada Februari.

"Rusia menyumbang hampir tiga perempat dari total kenaikan jumlah anak yang hidup dalam kemiskinan akibat perang Ukraina dan krisis biaya hidup di seluruh wilayah. Kini bertambah 2,8 juta anak yang tinggal di rumah tangga di bawah garis kemiskinan," sambung UNICEF.

Sanksi Barat yang memukul ekonomi Rusia, ditambah dengan besarnya populasi, menghasilkan dampak yang signifikan.

Sementara itu, Ukraina berada di posisi kedua dengan tambahan setengah juta anak hidup dalam kemiskinan. Rumania mengikuti di belakangnya dengan 110 ribu anak lainnya hidup dalam kemiskinan.

"Anak-anak di seluruh wilayah sedang disapu oleh perang yang mengerikan ini. Jika kita tidak mendukung anak-anak dan keluarga ini sekarang, lonjakan tajam dalam kemiskinan anak sudah pasti akan mengakibatkan hilangnya nyawa, putus sekolah, dan kehilangan masa depan," terangnya.

Semakin miskin sebuah keluarga, semakin besar proporsi pendapatannya yang harus dihabiskan untuk makanan dan BBM. Akibatnya, sisa pendapatan untuk perawatan kesehatan dan pendidikan anak semakin sedikit.

Selain itu, mereka juga lebih berisiko mengalami kekerasan, eksploitasi, dan pelecehan.

"Ini bisa berarti tambahan 4.500 anak meninggal sebelum genap berusia satu tahun dan tambahan 117 ribu anak putus sekolah untuk tahun ini saja," papar UNICEF.

Organisasi itu pun mendesak berbagai langkah untuk mengatasinya, termasuk memberikan manfaat tunai universial bagi anak-anak dan melindungi pengeluaran sosial, terutama bagi anak-anak dan keluarga yang paling rentan.

"Langkah-langkah penghematan akan sangat merugikan anak-anak, menjerumuskan lebih banyak anak ke jurang kemiskinan dan mempersulit keluarga yang sudah kesulitan. Kita harus melindungi dan memperluas dukungan sosial bagi keluarga rentan sebelum situasinya menjadi lebih buruk," desaknya. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.