Akurat Logo

Wanita Meksiko Tewas Dibakar Hidup-hidup, Dapat Keluhan tentang Putranya yang Autis

Bani Maryanto | 22 Juli 2022, 17:10 WIB
Wanita Meksiko Tewas Dibakar Hidup-hidup, Dapat Keluhan tentang Putranya yang Autis

AKURAT.CO  Nasib tragis dialami oleh seorang wanita asal Meksiko. Dilaporkan, wanita tersebut, yang juga merupakan seorang ibu, dibakar hidup-hidup di tempat publik oleh sekelompok orang. Karena peristiwa tersebut, korban akhirnya meninggal dunia, dengan luka bakar mencapai hampir seluruh tubuh. 

Seperti dilaporkan BBC, korban diidentifikasi sebagai Luz Raquel Padilla, 35 tahun. Ia disiram dengan alkohol dan kemudian dibakar di sebuah taman di Meksiko tengah.

Serangan terhadap Padilla terjadi pada hari Sabtu (16/7), di kota Zapopan, negara bagian Jalisco. Sebelum mengembuskan napas terakhir, Padilla dinyatakan menderita luka bakar di 90 persen tubuhnya.

Pembunuhan itu berhasil  memicu kemarahan di Meksiko, baik karena kebrutalannya dan fakta bahwa Padilla sempat memberi tahu pihak berwenang beberapa bulan sebelum serangan terjadi.

Kini, kasus tersebut sedang diselidiki sebagai kemungkinan femisida, pembunuhan di mana seorang wanita dibunuh karena jenis kelaminnya.

Meksiko telah mengalami lonjakan jumlah kasus pembunuhan yang menargetkan perempuan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2021, rekor bahkan dicatat, dengan angka pembunuhan terhadap wanita mencapai hingga 1.004 kasus.

Menurut Jaksa Luis Joaquin Mendez, para saksi telah menggambarkan tiga pria dan seorang wanita sebagai pelaku penyerangan pada Sabtu. Usai membakar Paddula di taman Zapopan, keempatnya dikatakan langsung melarikan diri.

Padilla sendiri memiliki seorang putra berusia 11 tahun, yang menderita autisme. Selama masih hidup, ia menjadi anggota dari sekelompok orang yang merawat para kerabat dengan disabilitas, yang dikenal 'Yo cuido México' (Saya peduli untuk Meksiko).

Kelompok itu mengatakan Padilla telah menerima beberapa ancaman dari seorang tetangga yang keberatan dengan suara yang dibuat putranya.

Pada bulan Mei, korban sempat memposting di Twitter, menunjukkan sebuah foto grafiti yang disemprotkan ke dinding tangga di gedungnya. Grafiti itu berbunyi: "Aku akan membakarmu hidup-hidup".

"Berapa lama lagi saya harus hidup dalam ketakutan, takut bahwa sesuatu akan terjadi pada saya dan keluarga saya, sementara agresor saya terus berkeliaran di kota dengan kemungkinan melakukan lebih banyak bahaya," tulis Paddilla di halaman Twitter-nya.

Mendez dari kantor kejaksaan mengonfirmasi bahwa sebelum kejadian, Padilla sempat melaporkan seorang tetangga pria. Tetangga ini, menurut Padilla, telah memberikan ancaman dan menyebabkan luka fisik.

Mendez menambahkan bahwa tetangga tersebut datang ke kantor polisi atas kemauannya sendiri. Namun, saat ini tidak ada bukti untuk menempatkannya di TKP.

Mendez juga mengungkap keterangan para saksi yang tidak mengidentifikasi tetangga tersebut sebagai salah satu dari empat orang yang mereka lihat menyerang Padilla.

Media lokal melaporkan bahwa Padilla juga pernah menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga dari mantan pasangannya.

Mendez bersikeras bahwa penyelidik telah mengikuti semua petunjuk. Dia mengatakan bahwa putra Padilla kini dirawat oleh nenek dan bibinya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
E
Editor
Endarti