Teror Penembakan Kembali Terjadi di Klub Malam AS, 2 Tewas!

AKURAT.CO Sedikitnya dua orang dikonfirmasi tewas dan empat lainnya cedera dalam kasus penembakan terbaru di Amerika Serikat (AS).
Insiden itu, yang terjadi selama akhir pekan menargetkan sebuah klub malam dekat perbatasan negara bagian Indiana dengan Illinois.
Polisi menanggapi panggilan tentang aksi penembakan sebelum pukul 02.00 Minggu pagi, di Playo's Nightclub di blok 1700 Grant Street di kota Gary, Indiana.
Petugas yang bergegas ke tempat kejadian kemudian menemukan dua orang tertembak dengan kondisi tidak responsif. Seorang pria berusia 34 tahun tergeletak di dekat pintu masuk klub. Sementara satunya, yang juga ditemukan di dalam adalah seorang wanita berusia 26 tahun. Menurut polisi, keduanya dinyatakan meninggal setelah dibawa ke rumah sakit setempat.
Empat orang lain yang terluka, juga telah dibawa ke fasilitas medis terdekat. Dari keempat orang itu, salah satunya berada dalam kondisi kritis, menurut NPR.
Pihak berwenang belum merilis nama atau informasi soal pelaku atau kemungkinan motif yang melatarbelakangi penembakan. Seperti diwartakan UPI, polisi juga belum melakukan penangkapan apa pun.
Sementara itu, Kantor Koroner Lake County telah mengidentifikasi dua korban yang meninggal. Keduanya adalah Jonte Dorsey, dari kota Joliet, Illinois, dan Jah'Nice Quinn, dari Merrillville, Indiana.
Ini bukan pertama kalinya penembakan fatal terjadi di lokasi tersebut, dan Wali Kota Gary Jerome Price telah memerintahkan penutupan klub sementara.
"Atas nama kota Gary, kami berdoa untuk keluarga dan teman dari dua orang yang kehilangan nyawa di klub malam Playo pada Sabtu malam. Saya tidak bisa membayangkan rasa sakit yang Anda rasakan, dan saya benar-benar berharap bisa memberikan kata-kata untuk menghibur Anda," kata Price dalam sebuah pernyataan.
Penembakan di Indiana terjadi bersaman ketika anggota Senat bipartisan menyetujui undang-undang baru yang mencakup pembatasan senjata serta invetasi untuk kesehatan mental dan keamanan sekolah.
Kebijakan terkait dengan kekerasan senjata datang sebagai reaksi terhadap serentetan penembakan mematikan di seluruh negeri. Ini termasuk tragedi di Uvalde, di mana 19 siswa dan dua guru sekolah dasar tewas jadi korban penembakan seorang remaja.
Untuk tahun ini saja, sudah ada setidaknya 260 kasus penembakan massal di Amerika, kata The Gun Violence Archive, kelompok riset sekaligus organisasi nirlaba yang menghitung insiden terkait senjata di AS.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 8Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik



