Akurat Logo

Pernah Viral saat Jual Kentut, Influencer Seksi Ini Kini Obral Keringat Payudara!

| 13 Juni 2022, 12:37 WIB
Pernah Viral saat Jual Kentut, Influencer Seksi Ini Kini Obral Keringat Payudara!

AKURAT.CO, Masih ingatkah Anda pada sosok Stephanie Matto dari Connecticut, Amerika Serikat (AS)? Belum lama ini, ia menggegerkan dunia karena menjual kentutnya sendiri di stoples. Namanya kembali mencuat karena sekarang ia menjual keringat payudaranya.

Dilansir dari LadBible, Matto menghasilkan hingga USD 1.000 (Rp14 juta) per stoples kentut. Namun, mantan bintang reality show '90 Days Fiance' ini mengumumkan 'pensiun dini' dari usaha berjualan kentutnya setelah ia dirawat di rumah sakit akibat diet yang dijalaninya.

Pasalnya, agar bisa menghasilkan banyak kentut untuk dijualnya, Matto memutuskan untuk diet tinggi serat dengan banyak mengonsumsi kacang-kacangan dan telur. Akibatnya, ia mengalami nyeri dada karena kelebihan gas.

Tak menyerah begitu saja, wanita 31 tahun ini banting setir dengan menjual keringat payudaranya. Ia mengeklaim hanya membutuhkan waktu 15 menit saja untuk mengisi setabung keringat untuk para penggemarnya. Matto mengaku menghabiskan hingga 4 jam sehari berjemur di tepi kolam renangnya untuk mendapat jumlah keringat yang dibutuhkannya.

Jika matahari bersinar sangat terik, influencer media sosial ini mengaku bisa mengisi 10 tabung keringat hanya dalam satu hari. Satu tabung dibanderol USD 500 (Rp7,2 juta).

"Jangan salah. Saya tak sekadar duduk-duduk di kolam renang, tapi juga bekerja keras. Saya juga punya sepasang payudara yang indah. Mencium keringatnya, menjilati keringatnya, akan membawa penggemar sedekat mungkin dengan saya," ungkapnya.

Meski begitu, waktu yang diperlukan untuk mengisi tabung juga tak tentu. Pasalnya, itu tergantung pada sejumlah faktor ilmiah, terutama panas, gerakan, dan tingkat hidrasi Matto. Tak heran, ia mencoba untuk minum banyak air dan duduk di bawah sinar matahari langsung selama yang ia bisa.

"Saya suka menjuluki diri saya 'pohon maple' dan payudara mengeluarkan 'getah' saya. Saya duduk di sana dan mengumpulkan getah saya seperti pohon maple," ujarnya.

Tentu, bisnisnya punya risiko tersendiri, mengingat duduk di bawah sinar matahari terlalu lama tak baik bagi kesehatan. Itu sebabnya, Matto mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi dirinya sendiri.

"Saya mencoba menjalankan bisnis ini seaman mungkin dengan tabir surya yang tepat. Namun, setelah seminggu, saya belajar kalau SPF30 tak cukup lantaran dadaku terbakar cukup parah. Dengan keringat payudara, saya ingin melakukan sesuatu dengan benar. Saya ingin menjadi pintar, memulai perlahan, dan terus berkembang dengan tidak membebani tubuh saya," pungkasnya.

Matto telah mengumumkan produk barunya di Instagram beberapa waktu lalu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.