Tolak Bayar Hidangan karena 'Tak Sesuai Pesanan', Pria Singapura Kembali ke Resto untuk Lunasi Tagihan

AKURAT.CO Seorang pria di Singapura yang sempat menolak membayar pesanan makanannya, kembali ke restoran untuk menyelesaikan masalahnya. Keberatannya membayar karena sajian yang datang 'bukan bebek Irlandia' seperti yang ia harapkan, kata pengelola restoran.
Kejadian bermula saat pria memesan menu setengah ekor bebek Irlandia panggang di restoran Duckland, Paya Lebar Quarter pada Rabu (23/3) sekitar jam 2 siang. Setelah disajikan, ia memanggil staf restoran untuk mengajukan keberatannya bahwa itu bukan bebek Irlandia.
Kejadian itu terekam CCTV dan diunggah Instagram Tung Lok Group selaku pengelola restoran.
"Tidak puas dengan jaminan staf layanan kami bahwa bebek yang disajikan adalah bebek Irlandia, dia memanggil manajer, dan bersikeras hal yang sama.
Beberapa menit kemudian, dia mengambil barang-barangnya, berdiri dan berjalan keluar dari restoran, tanpa membayar pesanannya.
Staf restoran kami tetap sabar dan profesional selama seluruh insiden malang itu. Kami kesal karena setengah bebek terbuang sia-sia, dan menganggap ini sebagai sabotase langsung." tulis Tung Lok Group menyertai videonya, Kamis (24/3).
Pihaknya juga menyebut akan membuat laporan polisi karena pelanggan meninggalkan restoran tanpa membayar pesanannya.
View this post on Instagram
Lalu pada Sabtu (26/3) Tung Lok Group membagikan kabar kelanjutan masalah tersebut. Pria itu kembali ke restoran untuk melunasi tagihan di kunjungan sebelumnya.
Pihaknya juga menjelaskan alasan pelanggan itu meninggalkan restoran pada kunjungan sebelumnya. Yakni karena dia pernah mengunjungi cabang lain sekitar dua tahun lalu dan mengingat ukuran bebek Irlandia itu lebih gemuk, beda dengan bebek panggang yang disajikan padanya beberapa hari lalu. Makanya dia ragu bebek yang dia pesan kali ini berasal dari Irlandia.
Mendapat penjelasan itu, Tung Lok Group pun mengapresiasi pelanggannya.
"Kami senang untuk mengakui umpan baliknya. Memang, dia benar dalam mencatat bahwa bebek Irlandia lebih gemuk. Faktanya, jumlah lemak yang lebih tinggi (lemak baik, yaitu) yang membuat bebek Irlandia istimewa dan lebih harum. Pujian untuknya!" tulis Tung Lok Group.
View this post on Instagram
Resto juga menyerukan untuk pelanggan yang lebih suka banyak lemak di hidangan itu, memberi tahu sebelumnya, agar pihaknya dapat menyiapkannya sesuai keinginan pelanggan. Sebab, seiring perjalanan dan kemajuan teknologi peralatan memasak, resto mengurangi jumlah lemak pada hidangan bebeknya.
Pihaknya juga mengapresiasi ketulusan si pelanggan untuk bersedia membayar tagihan, serta mengklarifikasi bahwa tak membuat laporan ke polisi. "Kami siap memanggang setengah bebek untuk dia bawa, tetapi dia menolak karena dia terburu-buru untuk pergi."[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja



