Tambang Emas Burkina Faso Meledak, 60 Tewas dan Puluhan Terluka

AKURAT.CO, Enam puluh orang tewas dan puluhan lainnya terluka setelah ledakan terjadi di sebuah tambang emas darurat di sebuah desa di barat daya Burkina Faso.
Seorang saksi mata mengungkap ledakan terjadi di sebuah pasar yang ada di lokasi penambangan. Dikatakan di dalam pasar itu, tersimpan dinamit yang telah terbakar.
"Ada mayat berserakan di mana-mana. Ledakan itu berhasil menumbangkan pohon dan meruntuhkan rumah," kata sumber pengadilan kepada Reuters, seperti dikutip BBC.
Dampak fatal ledakan juga diutarakan oleh media lokasi RTB TV, dengan penyiarnya menggambarkan ledakan telah menghancurkan 'semua yang ada di jalurnya'.
Puluhan orang yang terluka, sementara itu, dilaporkan telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
Diperkirakan wanita dan anak-anak termasuk di antara korban, kantor berita AFP melaporkan.
Investigasi atas ledakan baru dibuka pada Senin (21/2) waktu setempat. Penyelidikan diluncurkan usai jaksa wilayah mengunjungi tempat kejadian, yang terletak di dekat kota Gaoua.
Hingga kini belum ada konfirmasi lanjutan soal pemicu ledakan. Namun, dalam kasus ini, satu orang telah ditangkap, dan ditahan untuk diinterogasi.
Menurut kantor berita Burkina Faso, AIB, tambang emas tersebut telah ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Banyak penambang yang berada di lokasi adalah orang-orang terlantar dari tempat lain di negara itu, kata pemimpin lokal Sansan Urbain Kambou kepada Reuters.
Burkina Faso adalah salah satu produsen emas terbesar di Afrika, dengan banyak tambang tidak hanya dijalankan oleh perusahaan internasional, tetapi juga tambang-tambang informal yang beroperasi tanpa pengawasan dan regulasi.
Wartawan BBC Afrika Barat Nicolas Negoce mengatakan bahwa sejak tahun 2009, emas telah melampaui kapas dan menjadi ekspor utama bagi Burkina Faso.
Pada tahun 2020, negara tersebut menghasilkan 54 ton emas, dibandingkan dengan 45 ton pada tahun 2019. Produksi ini meningkat hingga 20 persen, kata kementerian yang bertanggung jawab atas pertambangan dan penggalian.
Kendati terjadi lonjakan, kementerian mengatakan bahwa seperempat dari total output berasal dari tambang yang tidak sah. Sementara diketahui, tambang-tambang informal ini telah menjadi rumah bagi sekitar 1,5 juta pekerja.
Kecelakaan mematikan seperti atap runtuh sering terjadi di tambang informal di banyak negara Afrika.
Bulan lalu, sedikitnya 13 orang tewas dalam ledakan besar di negara tetangga Ghana. Insiden itu terjadi usai sebuah truk yang membawa bahan peledak ke tambang emas bertabrakan dengan sebuah sepeda motor. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 7Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver




