Wilayah Barat Daya AS Alami Kekeringan Terburuk dalam 12 Abad

AKURAT.CO, Sebagian Amerika Serikat (AS) mengalami kekeringan terburuk sejak tahun 800, menurut sebuah studi baru di jurnal Nature Climate Change.
Kekeringan yang menyelimuti bagian barat daya AS selama 22 tahun terakhir membuat danau, waduk, dan sungai di California jatuh ke rekor terendah dan memperburuk kebakaran hutan, menurut para ilmuwan.
Dikutip dari Columbia Climate School, kekeringan saat ini juga telah melampaui tingkat keparahan kekeringan besar akhir tahun 1500-an yang sebelumnya telah diidentifikasi oleh penulis yang sama sebagai yang terkering dalam 1.200 tahun terakhir.
Ahli geografi University of California Los Angeles Park Williams, penulis utama studi tersebut, mengatakan dengan kondisi kering yang awet, perlu beberapa tahun basah untuk memulihkan efeknya.
“Sangat tidak mungkin kekeringan ini bisa berakhir dalam satu tahun basah,” katanya.
Para peneliti menghitung intensitas kekeringan dengan menganalisis lingkaran pohon. Dari situ diketahui tingkat kelembapan tanah setiap tahun selama rentang waktu yang lama. Mereka mengonfirmasi pengukuran dengan memeriksa temuan terhadap data iklim historis.
Periode kekeringan parah ditandai dengan tingkat defisit kelembapan tanah yang tinggi. Kelembapan tanah adalah sebuah pengukuran yang menggambarkan berapa banyak kelembapan yang dikandung tanah dibandingkan dengan saturasi normalnya.
Sejak tahun 2000, defisit kelembapan tanah rata-rata dua kali lebih parah daripada kekeringan pada tahun 1900-an, kata para penulis.
Tahun lalu, pemantau air menyatakan kekurangan air di Sungai Colorado, salah satu sumber kehidupan terbesar di barat AS.
"Kami memiliki masyarakat yang mengandalkan jumlah air yang ada di tahun 1900-an," kata Park Williams kepada National Public Radio.
"Tetapi sekarang dengan jumlah molekul air yang tersedia bagi kita menurun, inilah saatnya bagi kita untuk mengetahui secara nyata berapa banyak air yang bisa kita gunakan."
Tidak semua kekeringan disebabkan oleh perubahan iklim. Kelebihan panas di atmosfer yang menarik lebih banyak uap air dari bumi turut memperburuk kekeringan.
Dunia telah menghangat sekitar 1,2 Celsius sejak era industri dimulai dan suhu akan terus meningkat kecuali pemerintah di seluruh dunia melakukan pemotongan tajam terhadap emisi. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja



