Akurat Logo

Prihatin dengan Kerusuhan Capitol Hill, Michelle Obama Soroti Beda Perlakuan Polisi dengan Massa BLM

Arrayyan Nurrochim | 8 Januari 2021, 12:21 WIB
Prihatin dengan Kerusuhan Capitol Hill, Michelle Obama Soroti Beda Perlakuan Polisi dengan Massa BLM

AKURAT.CO, Istri mantan Presiden Barack Obama ikut buka suara perihal aksi pengepungan gedung Capitol di Washington D.C. Rabu (6/1) lalu. Mengutip CNN, ungkapan kesedihan atas kericuhan Capitol disampaikan oleh Michelle pada Kamis (6/1) waktu setempat.

Melalui pernyataan tertulisnya, Michelle menceritakan bahwa dia sempat bergembira di hari di mana Capitol diserang. Pasalnya, tepat pada masa itu, ia mendapati kabar bahwa Raphael Warnock menjadi senator kulit hitam pertama di Georgia.

Namun, beberapa jam setelah mendengar kabar baik itu, Michelle mengaku langsung 'hancur'. Pasalnya, hanya beberapa jam setelah berita terpilihnya Warnock, Capitol diserbu massa pendukung Donald Trump.

"Saya bangun kemarin karena gembira dengan berita kemenangan pemilihan Pendeta Raphael Warnock.

"Namun, hanya selang beberapa jam, hati saya langsung ambyar lebih cepat dari yang dapat saya ingat. Seperti Anda semua, saya menyaksikan ketika sebuah geng terorganisir, kejam, dan marah (karena) mereka kalah dalam pemilihan, mengepung Capitol Amerika Serikat (AS)," tulis Michelle.

Lebih lanjut, Michelle menyoroti bagaimana bedanya perlakuan petugas saat menanggapi massa-Trump dengan aksi Black Lives Matter (BLM).

Seperti diketahui, akhir-akhir ini, warga AS memang gencar mempertanyakan perlakuan polisi yang 'lebih lunak' terhadap massa pro-Trump Rabu lalu. Terlebih, menurut banyak pihak, aksi loyalis Trump yang menyerbu Capitol adalah bentuk pemberontakan alih-alih protes.

Sementara, massa BLM menyuarakan kesetaraan hingga isu diskriminasi yang kerap diterima oleh kaum kulit hitam di AS.

"Mereka menodai pusat pemerintahan Amerika. Dan begitu pihak berwenang akhirnya menguasai situasi, para perusuh dan anggota geng ini dibawa keluar gedung bukan dengan borgol, tetapi bebas untuk melanjutkan hari-hari mereka.

"Hari itu adalah pemenuhan keinginan presiden yang kekanak-kanakan dan tidak patriotik yang tidak dapat menangani kebenaran dari kegagalannya sendiri.

"Semuanya meninggalkan saya dengan begitu banyak pertanyaan, pertanyaan tentang masa depan, pertanyaan tentang keamanan, ekstremisme, propaganda, dan banyak lagi.

"Tapi ada satu pertanyaan yang tidak bisa saya ganggu: Bagaimana jika para perusuh ini terlihat seperti orang-orang yang pergi ke Gereja Baptis Ebenezer setiap hari Minggu? Apa yang berbeda?

"Saya pikir kita semua tahu jawabannya. Protes Black Lives Matter musim panas ini adalah gerakan yang sangat damai — demonstrasi terbesar di negara kita yang pernah ada, menyatukan orang-orang dari setiap ras dan kelas serta mendorong jutaan orang untuk memeriksa kembali asumsi dan perilaku mereka sendiri.

Namun, di kota demi kota, hari demi hari, kita melihat para pengunjuk rasa damai bertemu dengan kekerasan. Kita melihat tengkorak retak dan penangkapan massal, penegakan hukum dengan merica menyembur melalui demonstrasi damai untuk foto presiden," sambung Michelle merujuk pada insiden pembubaran massa BlM sebelum Trump berfoto di depan Gereja St. Johns.

Dalam pesannya, Michelle mengucapkan kesedihan dan prihatin dengan negaranya.
Michelle juga menegur para pemilih Trump hingga menyerukan konsekuensi cepat untuk masalah ini.

"Saya merasa sedih untuk negara kita. Dan saya berharap bisa memiliki semua solusi untuk membuat segalanya lebih baik.

"Yang saya tahu adalah bahwa sekarang adalah waktu untuk patriotisme sejati. Sekaranglah waktunya bagi mereka yang memilih presiden ini (Trump) untuk melihat kenyataan dari apa yang telah mereka dukung, dan secara terbuka dan tegas menegur dia atas tindakan massa itu.

"Dan jika kita memiliki harapan untuk memajukan bangsa ini, sekaranglah waktunya untuk konsekuensi yang cepat dan serius atas kegagalan kepemimpinan yang menyebabkan aib kemarin," lanjut Michelle.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.