Akurat Logo

Kisah Masjid Fethiye, Jejak Peninggalan Kekaisaran Ottoman di Yunani

| 26 Februari 2020, 16:10 WIB
Kisah Masjid Fethiye, Jejak Peninggalan Kekaisaran Ottoman di Yunani

AKURAT.CO,  Athena merupakan sebuah ibu kota di Yunani yang memiliki nilai sejarah tinggi. Seperti yang kita ketahui, banyak pemikir dan ilmuwan yang tumbuh dari Yunani. Athena sendiri juga banyak meninggalkan jejak sejarah dari zaman kejayaan era Hellenistik, Romawi, Byzantium, dan juga Ottoman. Kekuasaan Ottoman sendiri berada di Athena selama hampir 400 tahun. Tak heran, banyak peninggalan yang tersisa di Athena.

Salah satu jejak peninggalan kekuasaan Ottoman di Athena adalah Masjid Fethiye yang berada di tengah-tengah Agora Romawi, tepatnya di dekat Tower of the Winds. Masjid ini juga terkenal sebagai Masjid Staropazaros yang artinya pasar gandum, karena dekat dengan pasar gandum di Romawi.

Seorang ahli arsitektur Ottoman dari Belanda, Machiel Kiel, menjelaskan bahwa masjid yang dibangun sekitar tahun 1669-1670 ini dibangun di atas reruntuhan gereja Kristen. Perubahan gereja menjadi masjid ini disebabkan karena benturan antara agama Islam dan Kristen.

Pada masa itu, Athena dianggap sebagai satu-satunya ibu kota di Uni Eropa yang tidak memiliki masjid yang berfungsi dengan baik. Padahal, pada masa itu diperkirakan ada 300 ribu warga muslim yang tinggal di sana. Namun, mereka beberapa kali gagal membangun tempat ibadah resmi berupa masjid.

Seperti masjid pada umumnya, Masjid Fethiye memiliki satu kubah besar dengan empat kubah kecil mengelilinginya. Kubah-kubah tersebut mencerminkan pola arsitektur bernama quatrefoil yang artinya semanggi empat daun.

Arsitektur pada gerbang masuk hingga jendela pada teras memiliki kerangka marmer yang diwarnai inskripsi khas Ottoman. Kerangka marmer tersebut dihiasi dengan barisan puisi dan angka-angka yang dilihat seperti tanggal.

Tanggal tersebut mengikuti penanggalan Hijriah muslim dan kalender Barat, dengan inskripsi tertua adalah dari 1080 (1669-70). Machiel Kiel merujuk pada tahun 1669, tahun ketika pasukan Venesia kehilangan Yunani dari Ottoman setelah dikepung sekian lama. Tahun-tahun yang tertulis pada inskripsi tersebut memang berkaitan dengan penaklukan terakhir Pulau Kreta oleh Ottoman.

Masjid Fethiye sebelumnya memiliki cerita yang panjang. Pada tahun 1830 di mana saat Itu Yunani merdeka, masjid ini digunakan sebagai penjara militer dan barak. Kemudian tahun 1824 digunakan sebagai sekolah. Hingga pada akhir tahun 1800an masjid ini juga beralih fungsi sebagai toko roti militer.

Kini, bekas masjid ini menjadi tempat yang diperhitungkan sebagai monumen peninggalan Kekaisaran Ottoman. Pada 2014 hingga 2017, Arkeolog dari Kementerian Kebudayaan Argiro Karamperidi mengatakan bahwa Departemen Restorasi Monumen Byzantium dan Pasca-Byzantium pernah melakukan restorasi yang yang luas, karena terkadang masjid bersejarah ini menjadi tempat pameran arkeologi dan sejarah.

Kini, Masjid Fethiye resmi dibuka untuk turis sejak akhir November 2016.

Tertarik untuk menyaksikan jejak sejarah Ottoman?[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.