Akurat Logo

5 Kekerasan Anak Paling Brutal di Dunia, Anak 12 Tahun Mati Kelaparan, Hanya Makan Pasta Gigi saat Hidup

Ariswan | 25 November 2019, 20:15 WIB
5 Kekerasan Anak Paling Brutal di Dunia, Anak 12 Tahun Mati Kelaparan, Hanya Makan Pasta Gigi saat Hidup

AKURAT.CO, Pada 8 November lalu, berbagai media lokal mengulas kembali kisah kelam Arie Hanggara. Arie adalah korban kekerasan anak yang pada menghebohkan publik Indonesia pada sekitar tahun 1980-an. Kala itu, Arie yang masih berusia 7 tahun tewas setelah disiksa oleh ibu dan ayah sendiri.

Meskipun memprihatinkan, tetapi apa yang menimpa Arie nyatanya juga banyak dialami oleh anak-anak di berbagai belahan dunia lainnya. Bahkan, tidak jarang beberapa kasus kekerasan anak juga berujung pada kematian persis seperti yang dialami oleh Arie.

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO pada Senin (25/11) merangkum 5 kisah kekerasan anak yang sempat membuat gempar media.

1. Elisa Izquierdo

Ay Ojón

Persis seperti Arie, kasus Elisa juga mendapatkan label dari pemerintahan New York, Amerika Serikat (AS) sebagai 'kasus kekerasan anak paling buruk' yang pernah terjadi. Saking menggemparkannya, pemerintahan New York saat itu sampai berinisiatif untuk membuat hukum pengaturan kebijakan layanan sosial dengan nama 'Undang-Undang Elisa'.

Kisah Elisa memang menyedihkan. Gadis 6 tahun ini tewas setelah sekian lama disiksa secara fisik, mental, hingga seksual oleh ibu kandungnya sendiri, Awilda Lopez. Semasa hidup, para saksi bahkan menjelaskan bahwa Awilda tidak hanya menarik Elisa dari sekolahnya, tetapi ia juga kerap memukuli Elisa, mengurungnya di kamar, hingga memaksanya untuk memakan tinjanya sendiri.

Mirisnya, tidak hanya Awilda, suami barunya, Carlos Lopez, juga gemar memukuli Elisa hingga pernah sampai membenturkan kepalanya ke tembok. Karena kasus ini, Awilda yang merupakan seorang pecandu kokain akhirnya menerima vonis hukuman 15 tahun penjara. Sementara, Carlos menerima hukuman 1,5 hingga 3 tahun penjara.

2. Kisah Anthony Avalos

Los Angeles Times

Sama Elisa, Anthony, bocah berusia 10 tahun asal Lancaster, AS, ini juga meregang nyawa di tangan ibu kandung dan pacarnya pada 21 Juni 2018 lalu. Kisah ini juga begitu menggemparkan lantaran Anthony meninggal setelah ia mengaku menyukai anak lelaki.

Penyelidikan mengungkap bahwa setidaknya sebelum meninggal, Anthony telah menerima kekerasan fisik selama sekitar 5-6 hari. Tuduhan kekerasan tersebut meliputi dugaan pecambukan dengan ikat pinggang, menuangkan saus pedas ke muka dan mulut, hingga membanting badannya berulang kali. Tidak hanya itu, laporan autopsi bahkan menunjukkan bahwa kulit Anthony memar dan terbakar dari kepala sampai kaki.

3. Kisah kekerasan bocah 10 tahun di Florida, AS

NY Daily News

Pada 2012 silam, berbagai media pun ramai memberitakan kekerasan anak yang menimpa seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun di Florida, AS. Sama seperti kasus sebelumnya, korban yang masih dirahasiakan identitasnya tersebut juga diketahui disiksa oleh orang terdekatnya sendiri, yaitu ayah serta pacarnya.

Tersangka, Michael Marshall, dan kekasihnya, Sharon Glass bahkan dilaporkan kerap mengunci korban di kamar mandi atau lemari hingga berhari-hari. Tidak hanya itu, korban juga menuturkan bahwa ia sering kelaparan saat dikunci hingga sempat memakan pasta gigi untuk bertahan hidup.

Saat ditemukan, korban menderita gizi buruk sampai berat badannya hanya berkisar 40 pon (18,1 kg) dan tinggi hanya mencapai 132 cm. Atas perbuatannya ini, Marshall dijatuhi hukuman 30 tahun penjara, sedangkan Glass mendapatkan ancaman hukuman penjara seumur hidup dari pengadilan.

4. Kisah Gabrielle Barrett, Detroit, AS

Detroit Free Press

Sama seperti Elisa, kisah Gabrielle Barrett juga disebut-sebut sebagai kasus kekerasan anak terburuk di AS. Gabrielle ditemukan tewas pada awal Januari tahun lalu. Jasad bocah perempuan 4 tahun tersebut diketahui penuh dengan memar hingga luka bakar.

Polisi bahkan melaporkan bahwa jempol kaki Gabrielle sampai putus karena luka bakar. Tidak hanya itu, saat penyelidikan, polisi juga menemukan barang bukti berupa lapisan kulit Gabrielle yang meleleh di saluran pembuangan bak mandi. Menurut kepolisian, kematian Gabrielle ini disebabkan oleh penyiksaan yang dilakukan oleh ibu kandung Gabrielle, Candice Diaz dan kekasihnya, Brad Fields.

5. Kisah Mia Kurihara, Jepang

Asahi

Pada Januari lalu, warga hingga Perdana Menteri Jepang pun dibuat gempar dengan kasus kekerasan anak yang menerima bocah perempuan berusia 10 tahun, Mia Kurihara. Mia meregang nyawa setelah disiksa oleh ayahnya sendiri, Yuichiro Kurihara.

Semasa hidup, Mia sempat mengadu kepada gurunya bahwa setiap malam, ia kerap dipukuli oleh ayahnya. Laporan juga menunjukkan bahwa Yuichiro kerap membekap mulut dan hidung Mia ketika ia tidur. Tidak hanya itu, tim medis juga sempat mengklaim bahwa ada indikasi bahwa Mia juga telah menerima kekerasan seksual hingga depresi akut karena ulah ayahnya.

Lima kisah di atas nyatanya hanyalah sedikit kasus dari ribuah kasus kekerasan anak di dunia. Hendaknya setiap negara meningkatkan layanan sosial serta hukum perlindungan anak agar kasus-kasus serupa tidak akan terulang lagi. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ariswan
D