Presiden Iran: Usaha "Penghasutan Perang" AS Hanya Akan Temui Kegagalan

AKURAT.CO, Lewat pernyataannya pada Rabu (11/9), Presiden Iran Hassan Rouhani mengklaim bahwa upaya "penghasutan perang" yang dilancarkan oleh pihak Amerika Serikat (AS) kepada Iran hanya akan menghadapi kegagalan. Tidak hanya "meremehkan" AS, Rouhani juga melontarkan peringatan kepada dunia bahwa Teheran tengah bersiap-siap untuk mengurangi komitmen perjanjian nuklirnya. Ancaman rencana mundur "perlahan-lahan" dari perjanjian nuklir ini pun diucapkan Rouhani sebagai respons atas hasutan perang yang selalu dilancarkan oleh pihak AS.
"Orang-orang Amerika harus memahami bahwa bahwa sikap permusuhan dan penghasutan perang adalah upaya yang sia-sia dan tidak menguntungkan. Keduanya (sikap permusuhan dan penghasutan perang) justru harus ditinggalkan. Musuh (AS) telah memberikan 'tekanan maksimum' pada kita. Tanggapan kita haruslah menentang dan menghadapi ini," ucap Rouhani kepada para anggota kabinetnya.
Selama ini perselisihan antara Teheran dan Washington memang menjadi perhatian internasional. Meletusnya konflik AS-Iran ini pun tercatat terjadi sejak Mei tahun lalu, yaitu saat Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 dan mulai menerapkan kembali sanksi ekonomi yang melumpuhkan Iran.
Menanggapi tindakan sepihak Washington, Teheran lantas memberikan balasan dengan menurunkan komitmen nuklirnya. Respons Iran ini tentunya tidak lain adalah respons atas beralihnya sikap AS setelah janji pencabutan sanksi ekonomi yang sempat dijanjikan oleh AS jika Iran berhasil membatasi program pengayaan uraniumnya.
Meski kecewa dengan sikap AS, tetapi dalam pidatonya Rouhani juga menuturkan bahwa pemerintahan Iran akan siap untuk mematuhi kesepakatan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) atau Rencana Aksi Komprehensif Bersama hanya jika Amerika juga melakukannya.
"Kami telah berkali-kali mengatakan bahwa kebijakan (program nuklir) kami merupakan teknologi pemanfaatan nuklir untuk tujuan damai, dan program nuklir kami berdasarkan komitmen kami di JCPOA," tambah Rouhani.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 9Desak Nusron Wahid Dijemput Paksa, MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas
- 10KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil




