Arkeolog Peru Temukan Mural Peradaban Tertua Amerika, Diyakini Berusia 3.800 Tahun

AKURAT.CO, Para arkeolog di Peru utara telah menemukan mural kuno berusia sekitar 3.800 tahun dan diyakini berasal dari peradaban Caral yang disebut-sebut telah lama hilang. Penemuan mural Caral tersebut dilaporkan berada di situs arkeologi Vichama yang terletak di sebelah utara Lima.
Peradaban Caral dipercaya sebagai peradaban paling tua seantero Amerika. Peradaban ini diperkirakan ada pada tahun 3000 SM. Namun hingga kini, para arkeolog belum mampu menggali banyak informasi terkait dengan kota kuno ini. Pasalnya, situs Caral berada di area yang gersang di Peru, dan banyak ahli yang kemudian menyimpulkan bahwa hancurnya peradaban Caral adalah karena perubahan iklim.
Sementara menurut laporan yang dilansir dari BBC pada Senin (20/8), mural yang berhasil digali oleh tim arkeolog Peru menggambarkan seekor katak yang melingkarkan tangannya di sekitar kepala seorang pria. Oleh para arkeolog, gambaran mural tersebut diduga kuat mempresentasikan "kedatangan air" melalui hujan. Salah satu tim arkeolog, Tatiana Abad pun mengungkapkan bahwa mural tersebut melambangkan "pengumuman kedatangan air serta pentingnya air di saat krisis".
Ruth Shady Solis, direktur Zona Arkeologi Caral (ZAC) juga menuturkan dalam peradaban Andes (peradaban yang berkembang di wilayah Pegunungan Andes yang terbentang dari Kolombia selatan hingga Argentina dan Chile utara, serta wilayah gurun di Peru dan Chile utara), simbol katak mempunyai arti sebagai "air". Sedangkan, wajah lelaki yang terletak di bawah katak mewakili manusia yang menunggu hujan demi kelangsungan hidup.
Selain mural katak yang melingkari wajah lelaki, terdapat temuan ukiran mural lain yang menggambarkan ular yang melingkari empat kepala manusia. Mural tersebut tampak seperti "benih dengan wajah". Oleh tim peneliti, ukiran ini diduga kuat dibuat saat periode bencana kelangkaan makanan dan kelaparan. Para tim arkeolog Peru pun membuat kesimpulan bahwa mural tersebut menunjukkan adanya masa krisis yang dialami oleh masyarakat Caral yang hidup pada masa itu. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




