Akurat Logo

5 Peristiwa Mati Lampu Terbesar dalam Sejarah, Dua Kali Terjadi di Indonesia

M Rahman Akurat | 5 Agustus 2019, 20:24 WIB
5 Peristiwa Mati Lampu Terbesar dalam Sejarah, Dua Kali Terjadi di Indonesia

AKURAT.CO, Pada Minggu (4/8) kemarin, terjadi pemadaman listrik di kawasan Jabodetabek, sebagian Jawa Barat dan Jawa Tengah. Berlangsung sejak pukul 11.48, kondisi berangsur pulih mulai pukul 16.27. Namun, pada Senin (5/8) hari ini, aliran listrik kembali padam di sejumlah wilayah.

Peristiwa ini pun menggegerkan warga Indonesia. Banyak yang merasa dirugikan dan mengeluh di media sosial. Bahkan, banyak yang menilai kejadian ini sebagai salah satu pemadaman listrik massal terparah di Indonesia.

Tak hanya di Indonesia, pemadaman listrik besar-besaran juga pernah terjadi di berbagai negara. Ada yang disebabkan kelebihan beban, ada juga yang diakibatkan serangan pemberontak. Bahkan, peristiwa pemadaman listrik ini pernah berdampak pada separuh total populasi negara.

Dihimpun oleh AKURAT.CO dari berbagai sumber, inilah 5 peristiwa pemadaman listrik terbesar sepanjang sejarah.

1. India, Juli 2012

The Economic Times


Pada 30 dan 31 Juli 2012, bagian utara dan timur India dilanda pemadaman listrik besar-besaran. Akibatnya, 400 juta warga tak bisa menggunakan listrik pada 30 Juli 2012.

Bukannya membaik, kondisi mati lampu ini makin meluas sehingga 620 juta orang terdampak. Jumlah korban terdampak ini bahkan mencapai setengah dari seluruh populasi India atau 9 persen dari total populasi dunia.

Terjadi di tengah gelombang panas ekstrem, warga Delhi harus bertahan dalam cuaca panas dengan tingkat kelembapan 89 persen. Di Benggala Barat, ratusan penambang terjebak di bawah tanah selama berjam-jam lantaran liftnya mogok.

Krematorium pun tak bisa beroperasi, padahal ada beberapa jasad yang baru setengah terbakar. Usai diadakan investigasi, otoritas menyalahkan kelebihan beban dan kesalahan manusia sebagai biang keladi pemadaman listrik paling masif sepanjang sejarah.

2. India, Januari 2001

The Economic Times


Peristiwa mati lampu di tahun 2012 itu rupanya bukan kali pertama terjadi di India. Sebelas tahun sebelumnya, tepatnya pada 2 Januari 2001, sekitar 230 juta warga Uttar Pradesh harus rela hidup tanpa listrik selama 12 jam.

Pasalnya, gardu induk Uttar Pradesh mengalami masalah akibat peralatan transmisi tidak memadai dan terlalu tua. Akibatnya, sektor bisnis, transportasi, suplai kebutuhan pokok di Delhi, Punjab, Haryana, Rajasthan, dan Himachal Pradesh sempat lumpuh.

3. Bangladesh, November 2014

The Economic Times


Negara tetangga India ini mengalami pemadaman listrik besar-besaran pada 10 November 2014. Meski hanya berlangsung selama 10 jam, cakupannya sangat luas hingga 150 juta warganya harus bertahan tanpa listrik.

Kehilangan daya 400 megawatt, serangkaian reaksi memaksa semua pembangkit listrik di Bangladesh terpaksa dipadamkan. Sempat pulih pada sore hari, listrik padam lagi setelah pukul 16.00 dan baru menyala dini hari.

4. Pakistan, Januari 2015

The Economic Times


Pada 25 Januari 2015 Pakistan gelap gulita akibat padamnya saluran transmisi listrik dalam sebuah insiden serangan pemberontak. Parahnya, luas wilayah yang terdampak mencapai 80 persen di negara itu, termasuk Islamabad dan kota-kota besar lainnya. Terhitung sekitar 140 juta warganya terdampak pemadaman ini. Bahkan, bandara di Lahore ikut lumpuh.

5. Jawa-Bali, Agustus 2005

The Economic Times


Indonesia rupanya juga pernah mengalami pemadaman listrik massal 14 tahun lalu, tepatnya tanggal 18 Agustus 2005. Pemadaman listrik ini terjadi pukul 10.23 dan menyebabkan sekitar 100 juta warga di Jawa dan Bali harus bersabar menjalani kegiatan tanpa listrik. Penyebabnya adalah tidak berfungsinya transmisi antara Cilegon dan Saguling di Jawa Barat. Untungnya, pada pukul 17.00 listrik sudah menyala lagi.

Dengan terjadinya peristiwa serupa di tahun 2019 ini, terhitung sudah 2 kali terjadi pemadaman listrik besar-besaran di Indonesia. Semoga PLN bisa memperbaiki kualitas layanannya agar tidak makin merugikan banyak pihak.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.