PBB: Negara-negara Miskin Paling Menderita Akibat Bencana Iklim

AKURAT.CO, Dunia mengalami iklim apartheid di mana negara kaya membeli cara menghindari dampak terburuk pemanasan global sedangkan negara miskin menanggung bebannya. Pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk kemiskinan ekstrem dan hak asasi manusia (HAM) Philip Alston mengeluarkan peringatan itu dalam laporan baru yang diajukan ke Dewan HAM PBB pada Selasa (25/6) waktu lokal.
“Perubahan iklim mengancam memundurkan 50 tahun kemajuan dalam pembangunan, kesehatan global dan pengurangan kemiskinan,” papar Alston, dilansir Al Jazeera.
Dia menambahkan, “Ini dapat mendorong lebih dari 120 juta lebih orang menuju kemiskinan pada 2030 dan akan memiliki dampak paling buruk di negara-negara miskin, kawasan miskin dan tempat warga miskin hidup dan bekerja,”
Meski warga yang hidup dalam kemiskinan bertanggung jawab untuk hanya sebagian kecil emisi global, namun mereka memiliki kapasitas yang kecil untuk melindungi diri mereka sendiri.
“Kita berisiko pada skenario iklim apartheid di mana yang kaya membayar untuk menghindari pemanasan berlebih, kelaparan, dan konflik, sementara sisanya di dunia mengalami penderitaan,” ungkap dia.
Laporan itu menyebutkan ada banyak peringatan global tentang perubahan iklim seperti suhu yang mencapai rekor baru, es mencair lebih cepat, kebakaran liar yang luar biasa, serta banjir dan badai yang lebih sering, namun masih ada lagi dampak yang belum terungkap.
Saat berbicara dari Marseille di Prancis, Alston mengecam para pemimpin dunia yang gagal bertindak. Alston juga menyerukan transformasi sosial untuk mengatasi ancaman itu.
“Dunia tidur berjalan menuju kisah horor perubahan iklim. Jika tidak ada peluang lain mencegah pemanasan global mengerikan, kita perlu mengambil langkah dramatis sekarang. Satu-satunya solusi adalah pemerintah berbagai negara mengadopsi ekonomi yang dirancang ulang dalam skala besar,” papar Alston.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini


