Menyelam hingga 11 Km di Palung Mariana, Penyelam AS Temukan Sampah Plastik

AKURAT.CO, Penjelajah Amerika Serikat melakukan penelusuran di Palung Mariana yang merupakan bagian laut terdalam di dunia. Dalam penelusurannya, pria bernama Victor Vescovo berhasil menyelam sampai dengan kedalaman 11 km dengan kapal selamnya dan menghabiskan waktu 4 jam di sana.
Ini adalah kali ketiga manusia mencapai kedalaman ekstrem di samudra. Penyelaman pertama dilakukan tahun 1960 oleh Letnan Angkatan Laut AS Don Walsh dan insinyur Swiss Jacques Piccar. Kemudian yang kedua dilakukan oleh sutradara James Cameron tahun 2012.
Selain menggunakan kapal selam, Vescovo juga meluncurkan robot untuk menjelajahi medan-medan terpencil.
"Hampir tidak dapat dilukiskan betapa bersemangatnya kita semua untuk mencapai apa yang baru saja kita lakukan," kata Vescovo, dilansir dari laman BBC, Jumat (17/5).
"Kapal selam ini dan kapal induknya, bersama dengan tim ekspedisinya yang sangat berbakat, membawa teknologi kelautan ke tingkat baru yang jauh lebih tinggi dengan menyelam, dengan cepat dan berulang-ulang, ke daerah terdalam, paling keras, di lautan," lanjutnya.
Tim Vescovo mengaku menemukan empat spesies baru udang krustasea yang disebut amphipoda, spesies baru yang disebut cacing sendok, dan ikan siput merah muda. Mereka juga menemukan singkapan batu berwarna cerah, kemungkinan diciptakan oleh mikroba di dasar laut, dan mengumpulkan sampel batuan dari dasar laut.
Namun selain spesies dan batuan, tim Vescovo juga menemukan sampah plastik. Vescovo dan timnya pun memutuskan untuk meneliti apakah hewan-hewan di laut dalam itu mengandung mikroplastik.
Penyelaman ini merupakan bagian dari ekspedisi Five Deeps, sebuah ekspedisi untuk mengeksplorasi titik-titik terdalam di masing-masing dari lima samudera di dunia. Vescovo dibiayai oleh ayahnya yang merupakan pengusaha dan investor ekuitas.
Selain Palung Mariana, Vescovo dan timnya juga telah mengeksplorasi Palung Puerto Riko di Samudra Atlantik (8.376 m), Palung Sandwich Selatan di Samudra Selatan (7.433 m), dan Palung Jawa di Samudra Hindia (7.192 m).
Titik terakhir yang akan dieksplorasi adalah Molloy Deep di Samudra Arktik, yang dijadwalkan untuk Agustus 2019.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T




