Akurat Logo

Inilah Negara Arab Pertama yang Izinkan Produksi Viagra Wanita

| 19 Januari 2019, 06:35 WIB
Inilah Negara Arab Pertama yang Izinkan Produksi Viagra Wanita

AKURAT.CO, Mesir menjadi negara Arab pertama yang mengizinkan produksi dan penjualan obat untuk mendorong libido wanita. Meski demikian, bagaimana sebenarnya pasar untuk obat itu di negara yang warganya masih konservatif?

“Saya merasa mengantuk dan pusing, dan jantung saya berdetak kencang,” ujar Leila yang telah merasakan dampak pil itu setelah meminumnya.

Pil yang disebut “viagra wanita” itu secara kimia disebut flibanserin. Obat itu pertama kali diizinkan penggunaannya di Amerika Serikat (AS) sekitar tiga tahun silam dan sekarang diproduksi di Mesir oleh perusahaan farmasi lokal.

Leila memang bukan nama aslinya. Dia adalah ibu rumah tangga konservatif usia 30-an tahun. Dia memilih menyembunyikan nama aslinya seperti sebagian besar wanita di Mesir saat berbicara tentang masalah seksual dan kebutuhan seksual yang masih dianggap tabu.

Setelah hampir 10 tahun menikah, dia memutuskan menggunakan obat itu karena rasa ingin tahun. Leila tidak memiliki masalah kesehatan. Dia membeli obat itu tanpa resep dokter, praktik yang sering terjadi di Mesir di mana orang dapat membeli berbagai obat di toko pinggir jalan.

“Apoteker mengatakan pada saya untuk meminum satu pil setiap malam selama beberapa pekan. Dia menyatakan tidak ada efek samping. Suami saya dan saya ingin melihat apa yang akan terjadi. Saya mencoba sekali dan tidak akan pernah mencobanya lagi,” tutur dia, dilansir dari BBC.

Tingkat perceraian meningkat di Mesir. Beberapa media lokal mengaitkannya dengan masalah seksual antara pasangan tersebut.

Manufaktur lokal flibanserin menyatakan ada tiga dari setiap 10 wanita di Mesir yang memiliki dorongan seks yang rendah. Namun angka tersebut hanya perkiraan kasar karena statistik semacam itu sulit didapat di negara itu.

“Perawatan ini sangat dibutuhkan di sini. Ini revolusi,” papar Ashraf Al Maraghy, perwakilan perusahaan produsen obat itu.

Maraghy mengklaim obat itu aman dan efektif, serta rasa kantuk dan pusing akan hilang seiring waktu. Namun banyak dokter dan apoteker tidak sepakat dengan klaim itu.

Seorang apoteker menyatakan obat itu dapat menurunkan tekanan darah hingga ke level berbahaya dan mungkin menjadi masalah bagi orang dengan masalah jantung dan liver. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.