AKURAT.CO, Rabu (21/11) pukul 5 sore WITA, salah satu anggota gembong narkoba Bali Nine, Renae Lawrence dibebaskan dari lembaga pemasyarakatan Bangli, Bali, Indonesia. Warga negara Australia ini akhirnya menghirup udara bebas setelah menjalani hukuman selama 13 tahun karena terlibat kasus penyelundupan narkoba.
Menjadi anggota Bali Nine pertama yang berhasil bebas, sosok Renae Lawrence tentu menyita perhatian publik. Ternyata ada beberapa fakta tentang dirinya yang patut dijadikan catatan tersendiri. Dirangkum dari berbagai sumber, inilah 5 fakta tentang Renae Lawrence yang tidak banyak diketahui publik yang sudah AKURAT.CO himpun pada Kamis (22/11).
1. Berasal dari keluarga broken home
Lawrence berasal dari Newcastle di New South Wales, Australia. Orang tuanya memilih bercerai sehingga wanita 41 tahun ini menghabiskan masa remajanya dengan tinggal bersama seorang partner wanitanya, ibu tiga orang anak yang berumur 10 tahun lebih tua darinya. Beberapa tahun setelahnya, dia kembali tinggal bersama ibu kandung dan ayah tirinya.
2. Pernah bekerja sebagai tukang kenteng
Sebelum terlibat dalam gembong narkoba, wanita berkebangsaan Australia ini pernah bekerja di suatu usaha perbaikan badan mobil sebagai tukang kenteng. Setelah itu, ia diterima di perusahaan katering bernama Eurest. Di perusahaan itulah Lawrence bertemu Martin Stephens, Matthew Norman, dan atasannya, Andrew Chan. Ketiganya juga merupakan anggota gembong narkoba Bali Nine.
3. Terciduk pada tahun 2005
Wanita yang lahir pada tahun 1977 ini ditangkap oleh kepolisian Indonesia pada tanggal 17 April 2005 di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali. Saat itu, ditemukan heroin seberat 2,7 kg terikat di bagian kaki dan dada, tersembunyi di balik bajunya. Lawrence ditangkap bersama tiga anggota Bali Nine lainnya yakni Scott Rush, Michael Czugaj, dan Martin Stephens.
4. Terancam dipenjara di Australia setelah bebas dari lembaga pemasyarakatan Indonesia
Renae Lawrence memang telah dibebaskan pada Rabu (21/11), tetapi dia harus bersiap menghadapi kasus hukum lainnya di Australia. Usut punya usut, ternyata beberapa minggu sebelum terciduk oleh kepolisian Indonesia, ia terlibat kasus pencurian mobil dan kejar-kejaran berkecepatan tinggi.
Tepatnya pada tanggal 26 Maret 2005, Lawrence bersama anggota Bali Nine, Matthew Norman, ditangkap saat mengendarai mobil curian. Namun, keduanya berhasil kabur sehingga polisi Australia harus menggunakan paku jalan untuk menghentikan lajunya. Keduanya seharusnya menghadiri sidang pengadilan pada tanggal 26 April 2005. Sayang, sebelum sidang digelar, keduanya sudah terciduk kepolisian Indonesia di Bali.
Karena itulah, setelah bebas dari lembaga pemasyarakatan Bangli, putri dari Beverley Waterman ini harus bersiap menghadapi surat penahanan yang sudah dilayangkan oleh kepolisian NSW sejak tahun 2005.
5. Tidak mendapat simpati dari pemerintah Australia
Meski pemerintah Australia membantu kepulangan Renae Lawrence ke negeri kangguru dengan menguruskan paspornya dan melayangkan surat pemulangan kepada otoritas Indonesia, nyatanya menteri dalam negeri Australia Peter Dutton tidak ingin bermurah hati pada putri Bob Lawrence itu. Dutton menyebut, mereka yang pergi ke Asia Tenggara seharusnya mengerti peraturan hukum di sana dan jika melanggar, tidak ada apresiasi apapun yang akan didapat mereka ketika nantinya pulang ke Australia. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK



