Akurat Logo

PWI Kenalkan SMSI di Konferensi Wartawan Dunia

Khaerul S | 8 April 2017, 02:50 WIB
PWI Kenalkan SMSI di Konferensi Wartawan Dunia

AKURAT.CO, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengikuti Konferensi Wartawan Dunia 2017 di Busan, Korea Selatan, Kamis malam (6/4).

Dalam Koneferensi itu, PWI memperkenalkan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang didirikan baru-baru ini dan tengah membangun jaringan hingga ke tingkat provinsi dan kota di Indonesia.

Ketua Bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Teguh Santosa mengatakan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah lanskap ruang publik di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia.

"Individu tidak lagi menjadi audiens yang pasif. Dengan akses luas ke dunia maya, setiap individu juga bisa menjadi produsen informasi," kata dia dalam keterangan, Jumat (7/4).

Lanskap baru ini, menurut dia, memudahkan pertukaran informasi, termasuk kabar bohong atau "hoax".

"Komunitas pers di Indonesia memahami persoalan ini. Sejak beberapa tahun belakangan kami menggalakkan Uji Kompetensi Wartawan (UKW)," ujar dia.

Menurut Teguh yang dipercaya memimpin SMSI, cara terbaik memerangi kabar bohong, terutama yang disebarkan di dunia maya adalah dengan meningkatkan profesionalitas perusahaan dan wartawan media siber.

"Kami berharap dan bekerja keras agar organisasi ini dapat menjadi ujung tombak memerangi efek samping yang destruktif itu," kata Teguh, seraya menambahkan bahwa informasi dapat disebarkan dengan cepat dan massif, dan di satu sisi teknologi komunikasi dan informasi juga dapat digunakan untuk menyebarkan kabar bohong, ujaran kebencian dan fitnah.

Sekitar 100 wartawan dari 55 negara menghadiri konferensi yang diselenggarakan secara marathon di Seoul, Pyeongchang, Suwon, Busan dan Incheon dari tanggal 2 hingga 8 April 2017.

Selain UKW, kata Teguh, yang juga perlu dilakukan adalah membangun asosiasi perusahaan media massa berbasis internet untuk mendorong profesionalitas perusahaan media siber yang jumlahnya sangat banyak di Indonesia.

"Perusahaan media siber yang tumbuh subur dan berkembang cepat bagai jamur di musim hujan perlu dibina agar bisa mempraktikkan jurnalisme yang sehat dan tidak destruktif, apalagi menjadi mesin penyebar berita bohong dan ujaran kebencian," ujar Teguh.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A