Lebih dari 1.000 Koleksi Museum di California Dicuri, Polisi dan FBI Lakukan Penyelidikan

AKURAT.CO Polisi di California tengah menyelidiki pencurian lebih dari 1.000 benda koleksi milik Oakland Museum of California, termasuk perhiasan logam, keranjang penduduk asli Amerika, hingga barang memorabilia seperti piala olahraga.
Pencurian terjadi pada 15 Oktober dini hari di fasilitas penyimpanan museum yang berlokasi di luar area utama. Kepolisian Oakland mengumumkan penyelidikan ini melalui pernyataan resmi pada Rabu (30/10).
Direktur museum, Lori Fogarty, mengatakan keputusan mempublikasikan kasus ini diambil karena benda-benda berharga tersebut bisa saja muncul di pasar loak, toko barang antik, atau pegadaian.
“Benda-benda itu bukan hanya milik museum, tapi juga bagian dari warisan publik. Kami berharap masyarakat bisa membantu mengembalikannya,” ujar Fogarty, Kamis (31/10).
Fogarty menyebut pencurian ini kemungkinan merupakan kejahatan spontan, bukan aksi terencana seperti pencurian karya seni besar. Para pelaku diduga masuk secara ilegal dan mengambil barang yang mudah dibawa.
Beberapa benda yang hilang antara lain hiasan logam karya seniman Florence Resnikoff, sepasang gading walrus bertatah ukiran (scrimshaw), serta keranjang tradisional suku asli Amerika. Selain itu, banyak pula benda bersejarah abad ke-20 seperti pin kampanye dan penghargaan olahraga.
Museum yang berdiri di Oakland itu memiliki lebih dari 90.000 karya dan artefak, mencakup seni, sejarah, dan lingkungan alam California — mulai dari abad ke-18 hingga masa kini. Museum ini juga dikenal melalui pamerannya tentang gerakan Black Power dan aktivisme mahasiswa.
Menurut John Romero, mantan kapten kepolisian Los Angeles yang berpengalaman menangani kejahatan komersial, barang-barang tersebut kemungkinan sudah dijual sejak pencurian terjadi dua minggu lalu.
“Pelaku biasanya mencari uang cepat, bukan nilai penuh dari benda tersebut,” kata Romero kepada Los Angeles Times.
Polisi Oakland bekerja sama dengan unit kejahatan seni FBI, yang berfokus pada pencurian, pemalsuan, serta perdagangan barang antik dan warisan budaya. Namun, polisi belum memberikan rincian lebih lanjut soal jumlah pelaku maupun bukti yang telah ditemukan.
Kasus ini mengingatkan pada insiden tahun 2013, ketika seorang pria mencuri kotak perhiasan era Demam Emas California dari museum yang sama. Saat itu, benda bersejarah tersebut berhasil ditemukan di pegadaian setelah masyarakat melaporkan keberadaannya.
Pencurian koleksi Oakland Museum ini terjadi hanya empat hari sebelum perampokan perhiasan era Napoleon di Museum Louvre, Paris, yang juga menarik perhatian dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 6Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat








