Internet Turki Dibatasi 12 Jam Usai Bentrokan Polisi dan Oposisi di Istanbul

AKURAT.CO Otoritas Turki memberlakukan pembatasan internet luas selama 12 jam pada Minggu lalu (tanggal tidak disebutkan) setelah terjadi bentrokan antara polisi dan pendukung oposisi di Istanbul. Aksi protes pecah ketika pendukung Partai Rakyat Republik (CHP) berusaha mencegah wali amanat yang ditunjuk pemerintah mengambil alih kantor pusat CHP Istanbul.
Media Sosial Lumpuh, Warga Gunakan VPN
Pembatasan ini berdampak pada akses ke YouTube, X, Instagram, dan WhatsApp di seluruh Turki. Pasukan keamanan sempat menggunakan gas merica untuk membubarkan massa di distrik Sarıyer, Istanbul. Banyak warga akhirnya mengandalkan layanan VPN agar tetap bisa terhubung ke internet.
Hingga Senin sore, akses ke media sosial masih belum stabil, khususnya di wilayah Istanbul. Beberapa warga di provinsi lain melaporkan hanya sebagian layanan yang bisa digunakan.
Menariknya, Badan Teknologi Informasi dan Komunikasi Turki (BTK) belum mengeluarkan pernyataan resmi. Bahkan fitur pemeriksaan situs web BTK tidak menunjukkan adanya pemblokiran, meski akses ke platform populer tetap terganggu.
Krisis Internal di CHP Istanbul
Kantor pusat CHP Istanbul dalam beberapa hari terakhir dijaga ketat oleh pendukung partai untuk menolak masuknya Gürsel Tekin, politisi senior CHP yang ditunjuk pemerintah sebagai wali amanat. Ia menggantikan Özgür Çelik, ketua provinsi yang terpilih secara demokratis pada September 2023.
Penunjukan Tekin ini semakin memperburuk ketegangan politik di tubuh CHP, partai oposisi utama di Turki.
Imbas Penangkapan İmamoğlu
Ketegangan antara pemerintah dan CHP semakin memuncak sejak Maret lalu, ketika Ekrem İmamoğlu, wali kota Istanbul sekaligus kandidat presiden dari CHP, ditangkap dan dipenjara di Silivri. Sejak itu, sejumlah anggota CHP lainnya juga ditahan.
Selain itu, muncul kabar bahwa pemerintah mendorong kembalinya Kemal Kılıçdaroğlu, mantan ketua CHP, untuk menggantikan pemimpin saat ini, Özgür Özel. Isu ini menimbulkan spekulasi adanya perpecahan internal di tubuh partai oposisi terbesar di Turki.
Pertarungan Kepemimpinan CHP
Sidang internal untuk menentukan posisi Kılıçdaroğlu dijadwalkan berlangsung pada pertengahan September. Namun, jika ia kembali menjabat, masa jabatannya diperkirakan hanya bertahan enam hari, sebelum kongres luar biasa CHP digelar pada 21 September.
Dalam kongres tersebut, mayoritas delegasi disebut masih mendukung Özgür Özel. Dengan dukungan kuat ini, Özel dipandang sebagai kandidat terkuat untuk tetap memimpin partai.
Meski begitu, dinamika politik CHP semakin goyah akibat pembelotan sejumlah anggota senior yang memilih bergabung dengan partai berkuasa, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







