U.S.A.I.D Terancam Dibubarkan, Mengapa Trump dan Musk Ingin Menutupnya?

AKURAT.CO Donald Trump dan Elon Musk berencana menutup Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (U.S.A.I.D.). Langkah ini bisa berdampak besar pada program bantuan internasional yang didanai Amerika Serikat.
Agensi ini dianggap sebagai target mudah dalam upaya pemotongan anggaran federal, meskipun pendanaannya kurang dari 1 persen dari total anggaran pemerintah. Kebijakan ini berpotensi mengurangi dukungan Amerika Serikat terhadap program bantuan global.
Didirikan pada 1961, U.S.A.I.D. bertugas menyediakan bantuan bencana, layanan kesehatan, serta program pengentasan kemiskinan di berbagai negara. Lembaga ini terlibat dalam berbagai program, mulai dari bantuan perang di Ukraina, vaksinasi di Nigeria, hingga pencegahan HIV di Uganda.
Selain itu, U.S.A.I.D. juga berperan dalam memantau wabah penyakit dan mendukung penelitian biomedis yang tidak hanya menguntungkan negara penerima, tetapi juga melindungi warga Amerika.
Baca Juga: Perang Tarif Donald Trump: Ancaman atau Peluang Ekonomi Bagi Indonesia?
Menurut Dr. Atul Gawande, pejabat senior U.S.A.I.D., bantuan yang diberikan agensi ini telah menurunkan tingkat kematian di berbagai negara lebih cepat dibandingkan dengan wilayah yang tidak menerima dukungan.
"Kami membangun jaringan lebih dari 50 negara di setiap benua, mengembangkan apa yang saya sebut sistem kekebalan tubuh dunia," jelasnya, dikutip dari The New York Times, Jumat (7/2/2025).
Meski memiliki cakupan luas, anggaran U.S.A.I.D. relatif kecil, yakni sekitar $23 miliar (sekitar Rp374 triliun) per tahun.
Pada tahun fiskal 2023, agensi ini menghabiskan sekitar $38,1 miliar (sekitar Rp615,6 triliun), yang masih kurang dari 1 persen dari total anggaran federal.
Namun, struktur kepegawaian U.S.A.I.D. dianggap tidak konvensional, karena sebagian besar pekerjanya adalah kontraktor yang tidak memiliki perlindungan kerja seperti pegawai negeri federal lainnya.
Dalam beberapa minggu terakhir, setengah dari tenaga kerja agensi telah dieliminasi, dengan ratusan kontraktor diberhentikan atau diberi cuti.
Banyak organisasi non-pemerintah yang bergantung pada dana U.S.A.I.D. terpaksa menutup kantor karena aliran dana mereka dibekukan.
Alasan di Balik Upaya Penutupan
Kelompok konservatif, termasuk Senator Marco Rubio, mengkritik U.S.A.I.D. karena dianggap lebih fokus pada agenda global yang tidak selaras dengan kepentingan nasional AS.
Program yang didukung agensi ini juga sering menjadi sasaran kampanye propaganda dari negara seperti Rusia.
Trump dan Musk, melalui gugus tugas pemotongan biaya yang disebut 'Departemen Efisiensi Pemerintah', berencana menggabungkan U.S.A.I.D. ke dalam Departemen Luar Negeri.
Langkah ini mendapat tentangan dari anggota parlemen Demokrat, yang menilai pembubaran U.S.A.I.D. bisa melemahkan pengaruh global AS dan justru menguntungkan China serta Rusia.
Keputusan akhir mengenai nasib U.S.A.I.D. masih belum jelas, tetapi penghentian bantuan luar negeri diperkirakan akan berlangsung setidaknya selama tiga bulan ke depan, dengan beberapa program terkait hak reproduksi, keragaman dan ketahanan iklim yang diprediksi akan dipangkas lebih dulu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







