Siapakah Ariane Tabatabai? Staf Pentagon yang Dituduh Bocorkan Rencana Serangan Israel ke Iran

AKURAT.CO Nama Ariane Tabatabai sedang menjadi sorotan dunia setelah staf Pentagon ini dituduh membocorkan rencana serangan Israel terhadap Iran.
Tuduhan ini muncul dari laporan Sky News Arabia, yang mengutip seorang pejabat Pentagon anonim yang menyatakan bahwa Ariane Tabatabai adalah tersangka utama dalam penyelidikan FBI terkait kebocoran tersebut.
Baca Juga: Dua Dokumen AS Bocor di Telegram, Berisi Tentang Rencana Serangan Israel ke Iran
Setelah itu, FBI langsung mengonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki masalah tersebut dan bekerja sama dengan Departemen Pertahanan serta Komunitas Intelijen.
Penyelidikan ini dimulai setelah dokumen rahasia muncul di saluran Telegram Iran pada 18 Oktober.
Dokumen yang bocor itu berisi informasi sensitif berdasarkan citra satelit dari Badan Geospasial-Intelijen Nasional (NGA) dan memberikan wawasan tentang strategi balasan Israel terhadap Iran setelah serangan udara awal bulan ini.
Kebocoran informasi ini menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan nasional, mengingat potensi konsekuensi dari publikasi intelijen tersebut.
Lantas, siapakah Ariana Tabatabai? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.
Ariane Tabatabai menjabat sebagai penasihat kebijakan senior di Departemen Pertahanan. Ia memiliki gelar doktor dari King's College, London, dan memiliki latar belakang akademis yang kuat dalam hubungan internasional dan studi keamanan.
Sebelum bergabung dengan Departemen Pertahanan AS, Ariane Tabatabai pernah bekerja sebagai peneliti di Rand Corporation dan mengajar di Universitas Georgetown.
Baca Juga: Kekejaman Israel Terus Meningkat, Umat Muslim Diimbau Bersatu Boikot
Ia juga terlibat dalam negosiasi antara AS dan Iran mengenai program nuklir Iran.
Meskipun pernah dituduh bersimpati kepada Iran, Tabatabai tetap memegang jabatannya dan izin keamanan rahasia tingkat tinggi.
Saat ini, FBI bersama Departemen Pertahanan sedang menyelidiki kebocoran tersebut.
Menteri Pertahanan Austin juga telah berkomunikasi dengan mitranya dari Israel, Menteri Pertahanan Yoav Gallant, mengenai situasi ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November









