Akurat Logo

Hizbullah Klaim Serangan Roket ke Pangkalan Israel di Dekat Haifa

Petrus C. Vianney | 23 September 2024, 17:10 WIB
Hizbullah Klaim Serangan Roket ke Pangkalan Israel di Dekat Haifa

AKURAT.CO Ketegangan antara Hizbullah dan Israel semakin meningkat setelah kelompok militan tersebut mengaku meluncurkan puluhan roket ke Pangkalan Udara Ramat David, sebelah timur Haifa, Israel.

Serangan ini disebut sebagai respons terhadap serangan udara Israel di Lebanon selatan, yang memicu kekhawatiran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang potensi 'bencana besar' jika konflik terus berlanjut.

Serangan roket yang terjadi pada Minggu (22/9/2024) memicu sirene di wilayah utara Israel, dan menjadi serangan terjauh Hizbullah ke Israel sejak dimulainya bentrokan pada Oktober tahun lalu.

Militer Israel melaporkan bahwa lebih dari 100 proyektil diluncurkan dari Lebanon, menyebabkan ratusan ribu warga berlindung dan sekolah-sekolah di Israel utara ditutup.

"Di Haifa, banyak sekolah ditutup ... dan kantor kosong," kata penduduk Patrice Wolff, yang bekerja di industri medis, dikutip dari Aljazeera.com, Senin (23/9/2024).

Militer juga membatasi kegiatan publik di beberapa kota, termasuk Haifa, namun tidak ada laporan korban jiwa atau kerusakan besar dari serangan tersebut.

Di sisi lain, Israel melancarkan ratusan serangan udara di Lebanon, termasuk 110 serangan pada Minggu.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa Israel akan terus memberikan 'pukulan telak' kepada Hizbullah jika kelompok tersebut tidak berhenti menyerang.

PBB memperingatkan bahwa kekerasan ini bisa membawa bencana di kawasan tersebut.

Jeanine Hennis-Plasschaert, koordinator khusus PBB untuk Lebanon, menegaskan bahwa solusi militer tidak akan membawa keamanan bagi kedua pihak.

"Dengan wilayah di ambang bencana yang akan segera terjadi, itu tidak bisa dilebih-lebihkan: TIDAK ADA solusi militer yang akan membuat kedua belah pihak lebih aman," tulisnya di platform X dengan nama pengguna @JeanineHennis.

Konflik ini masih terus memanas, dengan kedua pihak terjebak dalam siklus serangan yang saling membalas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.