Thailand Bakal Tutup Duty Free di Bandara, Apa Alasannya?

AKURAT.CO Pemerintah Thailand telah mengumumkan rencana untuk menutup toko-toko bebas bea (duty free) di semua bandara internasionalnya.
Keputusan penutupan duty free di bandara diambil untuk meningkatkan strategi pariwisatanya, dengan fokus pada peningkatan pengeluaran domestik.
Baca Juga: Foo Foo, Resto Thailand yang Digemari Artis dan Pejabat Indonesia
Selain itu, tutupnya di duty free di bandara bisa menjadi Langkah untuk baik dalam mendorong wisatawan agar menghabiskan lebih banyak uang di dalam negeri guna meningkatkan perekonomian lokal.
Seorang juru bicara pemerintah Thailand mengumumkan bahwa tiga operator duty free di bandara telah sepakat untuk menghentikan operasi mereka di delapan terminal kedatangan bandara internasional.
Delapan terminal tersebut adalah bandara Suvarnabhumi dan Don Mueang di Bangkok, serta bandara di Chiang Mai, Phuket, Hat Yai, U-Tapao (Rayong), Samui, dan Krabi.
Menurut departemen bea cukai, penjualan dari toko bebas bea masuk Thailand mencapai THB 3 miliar ($82,9 juta) pada 2023 lalu.
Pemerintah memperkirakan bahwa penutupan toko bebas bea ini akan meningkatkan pengeluaran wisatawan asing sebesar THB 570 per orang (sekitar $15,64) per perjalanan.
Tak hanya itu, Thailand juga menargetkan untuk menarik sekitar 40 juta wisatawan asing tahun ini.
Dalam enam bulan pertama di 2024, Thailand telah menerima kunjungan sebanyak 17,5 juta wisatawan asing, dan berhasil meningkat 35% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pasar terbesar berasal dari Tiongkok, Malaysia, dan India.
Thailand juga telah mengambil langkah-langkah signifikan untuk meningkatkan pariwisata masuk.
Bulan lalu, negara ini memutuskan untuk membatalkan rencana mengenakan biaya pariwisata sebesar THB 300 (sekitar $8,20) bagi wisatawan internasional yang datang melalui udara.
Selain itu, pemerintah memperpanjang skema asuransi gratis bagi wisatawan internasional hingga akhir tahun 2024. Selain itu, juga menyediakan perlindungan medis hingga THB 500.000 (sekitar $13.650) untuk kecelakaan atau bencana alam.
Di sisi lain, penutupan toko bebas bea di bandara bisa berdampak pada berbagai sektor.
Menurut laporan Moodie Davitt, keputusan ini dapat menyebabkan penurunan sekitar 20% dalam penjualan bebas bea di bandara untuk merek minuman keras terkemuka.
Namun, hingga saat ini belum ada tanggal pasti yang ditetapkan untuk penutupan duty free di bandara.
Baca Juga: Susul RI, Thailand Bakal Gabung OECD
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 6India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 7Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan








