Masih Ditinjau, AS Stop Pengiriman Senjata ke Israel

AKURAT.CO Para pembantu utama Presiden AS Joe Biden melaporkan pihaknya mempertahankan jeda pengiriman bom berat ke Israel sementara masalah ini sedang ditinjau.
Kabar tersebut langsung disampaikan kepada kepala pertahanan Israel yang sedang berkunjung minggu ini di Washington, AS.
Pejabat AS itu menjelaskan masih berdiskusi mengenai pengiriman amunisi berkekuatan besar, yang dihentikan oleh Biden pada bulan Mei karena kekhawatiran bahwa hal tersebut dapat menyebabkan lebih banyak kematian warga sipil Palestina di Gaza.
Baca Juga: Setelah 13 Tahun, Teddy Tjahjono Mundur dari Persib Bandung karena Jadi Komisaris LIB
Tanpa memberikan rincian lebih lanjut, pejabat tersebut mengatakan senjata AS lainnya akan terus mengalir ke Israel saat negara itu memerangi militan Hamas di Gaza dan menghadapi pejuang Hizbullah Lebanon di perbatasan utaranya.
Menteri Pertahanan, Yoav Gallant memperingatkan selama kunjungannya bahwa Israel mampu membawa Lebanon kembali ke Zaman Batu dalam perang apa pun dengan Hizbullah yang didukung Iran, tetapi menekankan bahwa pemerintahnya lebih memilih solusi diplomatik yang diupayakan oleh Amerika Serikat.
Mengakhiri perjalanannya, Gallant mengatakan ada kemajuan signifikan dalam masalah pasokan amunisi AS ke Israel, dan menambahkan bahwa hambatan telah dihilangkan dan kemacetan telah diatasi.
Para pejabat Israel dan AS berusaha meredakan ketegangan menyusul klaim baru-baru ini dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahwa sekutunya itu menahan bantuan senjata.
Hal itu mendorong para pembantu Biden untuk mengungkapkan kekecewaan dan kebingungan atas pernyataan pemimpin Israel tersebut.
Amerika Serikat pada bulan Mei menghentikan pengiriman bom seberat 2.000 pon dan 500 pon karena kekhawatiran atas dampak yang mungkin ditimbulkan di daerah padat penduduk di Gaza dalam perang yang dimulai dengan serangan lintas perbatasan Hamas yang mematikan pada 7 Oktober.
Baca Juga: Rusuh di Kenya, 99 WNI dalam Kondisi Aman
Namun Israel masih akan menerima persenjataan AS lainnya senilai miliaran dolar.
“Kami pada akhirnya sedang berdiskusi untuk menemukan resolusi,” kata pejabat senior AS yang tidak ingin disebutkan namanya, dikutip Kamis (27/6/2024).
Baca Juga: Kasus Dugaan Investasi Fiktif, KPK Periksa Manajer Divisi Perbendaharaan PT Taspen
"Tetapi saya pikir presiden telah menyatakan kekhawatirannya mengenai pengiriman tersebut, dan itu adalah kekhawatiran yang sangat beralasan."
Pejabat tersebut mengakui adanya kemacetan dalam beberapa pengiriman senjata ke Israel namun menghubungkan hal tersebut dengan sistem birokrasi yang rumit dalam menyetujui bantuan militer dan bukan adanya perlambatan yang disengaja.
Baca Juga: Promo Nonton Film A Quiet Place: Day One, Ada Cashback Rp15 Ribu via myBCA
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








