Akurat

Tanah Longsor di Tiongkok Barat Daya, 11 Orang Meninggal

Petrus C. Vianney | 26 Januari 2024, 12:46 WIB
Tanah Longsor di Tiongkok Barat Daya, 11 Orang Meninggal

AKURAT.CO - Sebuah bencana tanah longsor di wilayah pegunungan terpencil barat daya Tiongkok telah menelan nyawa sedikitnya 11 orang. Kejadian tersebut terjadi di desa Liangshui, provinsi Yunnan, sekitar jam 6 pagi dalam cuaca dingin.

Dikutip dari Apnews.com, Rabu (24/01/2024), bencana longsor ini terjadi sebelum jam 6 pagi dan telah mengubur 47 orang dalam 18 rumah. Pukul 10 malam, 11 jenazah telah ditemukan dan sekitar 500 orang dievakuasi.

Penyebab pasti longsor masih dalam penyelidikan, tetapi laporan awal menyebutkan bahwa runtuhnya area puncak tebing yang curam memicu tragedi ini.

Tim penyelamat menghadapi tantangan cuaca ekstrem dengan salju, jalan es dan suhu beku. Beberapa selamat, seperti Luo Dongmei, menceritakan pengalaman mereka selama tanah longsor.

Baca Juga: Robot AI Berbentuk Manusia Bakal Jadi Pasar Menjanjikan Pada 2035 Berkat Rencana Tiongkok

Pihak berwenang telah memberikan makanan kepada mereka, tetapi perlindungan tambahan dari cuaca dingin masih dibutuhkan.

Kabupaten Zhengxiong, tempat kejadian, berjarak sekitar 2.250 kilometer barat daya Beijing dengan ketinggian mencapai 2.400 meter. Ini bukan insiden tanah longsor pertama di Tiongkok yang sering kali diakibatkan oleh hujan atau konstruksi yang tidak aman.

Bencana ini menyusul longsoran salju sebelumnya di wilayah barat laut Tiongkok yang memblokir jalan dan menyebabkan evakuasi wisatawan. Tahun lalu, Tiongkok mengalami setidaknya 70 kasus tanah longsor dengan lebih dari 50 orang tewas dalam tambang terbuka di wilayah Mongolia Dalam.

Menteri Manajemen Darurat Wang Xiangxi telah tiba di lokasi untuk memandu operasi penyelamatan. Sementara itu, Tiongkok terus menghadapi tantangan dari bencana alam, termasuk gempa bumi dan tanah longsor yang baru-baru ini melanda wilayah terpencil antara Gansu dan provinsi Qinghai.

Gempa tersebut menewaskan setidaknya 149 orang dan menyebabkan ribuan rumah hancur, menandai kejadian paling mematikan dalam sembilan tahun terakhir.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.