Akurat Logo

Prancis Evakuasi Warganya Dari Niger Setelah Peringatan Perang

Tia Nurullatifah | 2 Agustus 2023, 11:50 WIB
Prancis Evakuasi Warganya Dari Niger Setelah Peringatan Perang

AKURAT.CO Pemerintah Prancis mulai evakuasi ratusan warganya juga Eropa dari Niger, sehari setelah peringatan akan perang dari Mali dan Burkina Faso pada Selasa (1/8/2023).

Lebih jelas, pemerintah kedua negara itu mengatakan bahwa setiap intervensi dari luar untuk memulihkan pemerintahan yang digulingkan akan dianggap sebagai deklarasi perang.

Sebelumnya, sebuah kelompok kudeta menggulingkan Presiden Niger, Mohamed Bazoum, dan pemerintahannya dalam pengambilalihan kekuasaan oleh militer yang ketujuh kalinya dalam waktu kurang dari tiga tahun di Afrika Barat dan Afrika Tengah.

Blok regional Afrika Barat, ECOWAS mengancam akan menggunakan kekuatan untuk mengembalikan kekuasaan Bazoum. Sementara, Mali dan Burkina Faso yang juga diperintah oleh kelompok kudeta militer malah menyatakan bahwa mereka akan membela Niger.

Kudeta ini lantas mengirimkan gelombang kejutan di seluruh wilayah Sahel, Afrika Barat, yang merupakan salah satu wilayah termiskin dan paling tidak stabil di dunia. 

Niger atau Nigeria sendiri dianggap sebagai sekutu Barat yang paling stabil dalam memerangi pemberontakan Islamis yang berkembang pesat.

Tanggapan Negara Tetangga Prancis

Dengan risiko konflik yang meningkat, Spanyol mengatakan bersiap untuk mengevakuasi lebih dari 70 warganya melalui udara.

Hal senada juga disampaikan oleh Italia yang mengatakan bahwa akan mengorganisir penerbangan repatriasi sedangkan Jerman mendesak warganya untuk bergabung dengan penerbangan Prancis.

Kudeta di wilayah tersebut terjadi di tengah gelombang kebencian yang ditujukan kepada mantan penguasa kolonial Prancis yang mengakibatkan pasukannya diusir dari Mali dan Burkina Faso pada tahun 2022 dan 2023.

Banyak dari tentara tersebut yang sekarang ditempatkan di Niger.

Amerika Serikat, Jerman dan Italia juga memiliki pasukan di Niger guna misi kontra-pemberontakan dan pelatihan. Namun, sejauh ini belum terdapat pengumuman mengenai pasukan yang dievakuasi.

Para pemimpin militer baru Niger telah menangkap para politisi senior dan memperingatkan adanya upaya asing untuk mengekstradisi Bazoum yang masih mengurung diri di istananya.

"Mempertimbangkan kudeta yang sedang berlangsung di Niger dan fakta bahwa situasinya terus mengkhawatirkan, kami memutuskan untuk memastikan bahwa warga negara Perancis yang ingin meninggalkan Niger dapat melakukannya," kata Menteri Luar Negeri Perancis, Catherine Colonna, dikutip Rabu (2/8/2023).

Colonna memperkirakan bahwa ratusan warga negara Prancis dan warga Uni Eropa lainnya akan dievakuasi dalam penerbangan yang diharapkan akan selesai dalam waktu 24 jam.

Flight radar menunjukkan sebuah pesawat yang terdaftar di angkatan bersenjata Prancis meninggalkan bandara ibu kota Niamey pada Selasa malam waktu setempat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.