ASEAN Kecam Serangan Udara Junta Myanmar Di Desa Pa Zi Gyi: Patuhi Konsensus Lima Poin!

AKURAT.CO Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mengutuk keras serangan udara oleh militer Myanmar di Desa Pa Zi Gyi, Kota Kanbalu, Wilayah Sagaing, baru-baru ini.
Dalam insiden tersebut sedikitnya puluhan warga sipil tewas, termasuk wanita dan anak-anak.
"Segala bentuk kekerasan harus segera dihentikan, terutama yang menggunakan kekuatan terhadap warga sipil," demikian ketua ASEAN dalam pernyataannya, Kamis (13/4/2023).
Ketua ASEAN menekankan bahwa diakhirinya kekerasan akan menjadi satu-satunya cara untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi dialog inklusif untuk menemukan solusi damai yang berkelanjutan di Myanmar.
“Kami menegaskan kembali komitmen ASEAN untuk terus membantu Myanmar dalam mencari solusi yang dapat diterapkan dan bertahan lama untuk krisis yang sedang berlangsung melalui mempromosikan implementasi penuh dari Konsensus Lima Poin,” kata ketua ASEAN.
Indonesia sebagai ketua ASEAN tahun ini, dihadapkan pada tantangan untuk mendorong junta Myanmar mematuhi Konsensus Lima Poin yang telah disepakati pada April 2021.
Konsensus tersebut menyerukan penghentian kekerasan, dialog dengan semua pemangku kepentingan, penunjukan utusan khusus untuk memfasilitasi mediasi dan dialog, serta menyediakan bantuan kemanusiaan ke Myanmar.
Sebelumnya, Reuters memberitakan bahwa sedikitnya 50 orang tewas di Myanmar pada Selasa (11/4) dalam serangan udara militer yang menyasar acara pertemuan para pemberontak, menurut media dan gerakan perlawanan setempat.
Menurut laporan BBC, Radio Free Asia (RFA), dan portal berita Irrawaddy, antara 50 hingga 100 orang, termasuk warga sipil, terbunuh dalam serangan itu.
Reuters belum dapat memverifikasi laporan itu dan juru bicara militer yang berkuasa tidak mengangkat panggilan telepon untuk dimintai komentar.
Sejak kudeta militer pada 2021, Myanmar telah mengalami kekacauan. Kelompok-kelompok milisi dan pemberontak ditindak tegas oleh junta dengan serangan udara dan senjata berat.
Seorang anggota milisi anti junta Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF) mengatakan kepada Reuters bahwa jet-jet tempur telah menembaki acara pembukaan kantor kelompok itu.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu




