Akurat Logo

Bom Meledak saat Upacara Pembabtisan di Gereja Kongo, 10 Tewas!

Bani Maryanto | 16 Januari 2023, 16:55 WIB
Bom Meledak saat Upacara Pembabtisan di Gereja Kongo, 10 Tewas!

AKURAT.CO  Ledakan bom mencabik sebuah gereja di bagian timur Republik Demokratik Kongo (DRC), menewaskan sedikitnya 10 orang, dan melukai 39 lainnya.

Serangan itu, yang terjadi pada Minggu (15/1) diyakini dilakukan oleh kelompok Islamis. Pemerintah Kongo, dalam pengumumannya, juga telah menyalahkan pemberontak yang berafiliasi dengan Negara Islam/IS/ISIS.

Militer Kongo telah menggambarkan serangan itu sebagai 'aksi terorisme', yang didalangi oleh Pasukan Demokrat Sekutu (ADF). ADF adalah salah satu kelompok pemberontak paling terkenal di Kongo timur, dan hingga kini masih sangat aktif. 

Para korban meregang nyawa saat mereka menghadiri ibadah pada Minggu, menurut para pejabat Kongo. Serangan ini menargetkan gereja Pantekosta di Kasindi, kata seorang juru bicara militer Kongo, Antony Mualushayi.

Kasindi kira-kira berjarak 8 kilometer dari Beni, tempat dimana ADF bergerak aktif.

Mualushayi, dalam keterangannya, telah merevisi jumlah korban tewas, yang awalnya dikatakan berjumlah lima orang. 

 BBC

Kendati begitu, ada sedikit perbedaaan dalam keterangan terkait dengan jumlah korban. Juru bicara operasi militer Uganda di DRC, Bilal Katamba, mengatakan pada Minggu malam bahwa 16 orang terbunuh dalam ledakan tersebut. Sementara menurutnya, jumlah korban luka mencapai 20 orang.

Meski berbeda dalam rincian jumlah korban, Katamba juga menyalahkan ADF, menyebut mereka berada di balik serangan gereja pada Minggu.

"Para penyerang menggunakan alat peledak improvisasi (IED) untuk melakukan serangan dan kami menduga ADF berada di balik serangan tersebut," katanya.

AFP tidak dapat secara independen mengonfirmasi jumlah korban tewas.

ADF telah diklaim oleh IS sebagai afiliasinya di Afrika tengah.

Kelompok militan itu menjadi salah satu yang paling mematikan dari lebih dari 120 grup bersenjata di Kongo timur, yang banyak di antaranya merupakan warisan perang regional yang berkobar selama pergantian abad.

ADF telah dituduh membantai ribuan warga sipil Kongo dan melakukan serangan bom di Uganda. Di masa lalu, operasi ADF ikut melibatkan penanaman bom di kota-kota di Kivu Utara.

Pada Minggu malam, IS juga telah mengaku bertanggung jawab atas serangan gereja, menambahkan bahwa 'hampir 20' orang tewas.

Juru bicara militer Mualushayi mengatakan seorang tersangka Kenya ditangkap pasca serangan.

 Serangan ekstremis itu menargetkan sebuah gereja di Kongo timur, menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai lebih dari tiga lusin lainnya, menurut tentara negara itu-AP

Seorang diaken di gereja evangelis di Kasindi, Esdras Kambale Mupanya, mengatakan para jemaat sedang berkumpul untuk upacara pembaptisan sebelum bom meledak.

"Beberapa di antara kami tewas di tempat, yang lain kakinya terpotong menjadi dua," kata pria berusia 42 tahun itu kepada AFP. 

"Tuhan menyelamatkan saya dan saya keluar dalam selamat bersama anggota paduan suara saya. Hari ini bukanlah hari di mana saya harus mati," tambahnya.

Rekan yang selamat, Jean-Paul Syauswa, memberikan kesaksian serupa. Ledakan itu terjadi tepat setelah sekelompok orang dibaptis, dengan seorang pendeta buta sedang membacakan ayat-ayat Alkitab, katanya.

"Bom itu membuat saya terlempar setidaknya 100 meter jauhnya," ucap Syauswa.

Kiza Kivua, seorang petani berusia 50 tahun, sementara itu harus kehilangan saudara laki-lakinya.

Ia pergi saat berdoa di gereja, katanya mengaku sulit menerima rasa kehilangan anggota keluarga. Kivua telah menyangkan insiden ini, menegaskan bahwa pemerintah Kongo telah mengabaikan warganya.

"Bagaimana situasi seperti itu bisa terjadi ketika Kasindi penuh dengan tentara?" kata Kivua, seperti dilansir VOA News.[] 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
E
Editor
Endarti