Akurat Logo

China Sambut Fase Baru usai Nol Covid Dicabut, Xi Jinping: Ayo Kerja Lebih Keras!

| 1 Januari 2023, 13:45 WIB
China Sambut Fase Baru usai Nol Covid Dicabut, Xi Jinping: Ayo Kerja Lebih Keras!

AKURAT.CO Presiden China Xi Jinping menyerukan lebih banyak upaya dan persatuan saat negara itu memasuki 'fase baru' dalam pendekatannya untuk memerangi pandemi. Itulah pernyataan pertamanya kepada publik soal Covid-19 sejak pemerintahnya melonggarkan kebijakan nol Covid 3 pekan lalu dan mengubah arah.

Dalam pidato peringatan Tahun Baru, Xi menyatakan China berhasil mengatasi kesulitan dan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam bertempur melawan Covid-19. Kebijakannya pun 'dioptimalkan' saat situasi dan waktunya sangat mendesak.

"Sejak merebaknya epidemi, mayoritas kader dan massa, terutama tenaga kesehatan, pekerja akar rumput, menghadapi kesulitan dan dengan berani bertahan. Saat ini, pencegahan dan pengendalian wabah memasuki babak baru. Ini masih masa perjuangan, semua masyarakat giat dan bekerja keras. Fajar pun sudah di depan mata. Ayo bekerja lebih keras lagi. Kegigihan berarti kemenangan, begitu juga dengan persatuan," imbau Xi Jinping pada Sabtu (31/12/2022), dilansir dari Reuters.

Beijing awal bulan Desember mencabut kebijakan nol Covid khasnya yang didasarkan pada tes massal, karantina terpusat, dan lockdown. Pendekatan tersebut telah dipertahankannya selama hampir 3 tahun.

Peralihan kebijakan pun menyebabkan gelombang infeksi di seluruh negeri, sementara kegiatan ekonomi terus berlanjut. Tak pelak, muncul kekhawatiran internasional, seperti Inggris dan Prancis yang membatasi pelancong dari China.

Keputusan China untuk menyingkirkan kebijakan nol Covid menyelaraskannya dengan dunia yang sebagian besar telah dibuka kembali untuk hidup berdampingan dengan virus corona. Pencabutan ini mengikuti aksi protes publik yang belum pernah terjadi sebelumnya atas kebijakan yang diperjuangkan oleh Xi.

Pembangkangan publik tersebut menjadi yang paling kuat dalam kepresidenan Xi selama 1 dekade dan bertepatan dengan suramnya angka pertumbuhan ekonomi China senilai USD 17 triliun (Rp264 kuadriliun).[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.