Akurat Logo

Lancarkan Aturan Larangan Aborsi, Georgia Bebaskan Pajak untuk Janin Belum Lahir

Bani Maryanto | 3 Agustus 2022, 11:27 WIB
Lancarkan Aturan Larangan Aborsi, Georgia Bebaskan Pajak untuk Janin Belum Lahir

AKURAT.CO Penduduk di Georgia, Amerika Serikat (AS) sekarang dapat mendaftarkan janin yang belum lahir sebagai tanggungan pada pengembalian pajak mereka. Hal itu didasarkan pada seperangkat pedoman baru dari departemen pendapatan negara bagian tersebut.

Dalam rilis berita pada Senin (1/8), departemen pendapatan Georgia mengatakan akan mulai 'mengakui setiap anak yang belum lahir dengan detak jantung manusia yang terdeteksi'. Dengan demikian, mereka memenuhi syarat untuk pembebasan pajak penghasilan individu.

Dengan kata lain, para wajib pajak di Georgia sekarang bisa mengeklaim pembebasan pajak untuk setiap anak yang belum lahir.

"Departemen akan mengakui setiap anak yang belum lahir dengan detak jantung manusia yang terdeteksi, sebagaimana didefinisikan dalam O.C.G.A. 1-2-1, yang memenuhi syarat untuk pembebasan pajak penghasilan individu Georgia," kata Departemen Pendapatan Georgia dalam pernyataannya.

Para pejabat menambahkan bahwa pembayar pajak yang mengajukan pengembalian mulai 20 Juli dan seterusnya, dapat mengeklaim pengurangan hingga USD 3ribu (Rp44,7juta) untuk setiap janin yang detak jantung yang terdeteksi. 

"Pengajuan bisa dilakukan pada usia kehamilan enam minggu, di mana  kebanyakan wanita bahkan belum tahu bahwa mereka hamil," tertulis dalam pernyataan itu.

Kendati begitu, wajib pajak harus siap untuk memberikan catatan medis yang relevan atau dokumentasi pendukung lainnya jika diminta oleh departemen pendapatan.

Pengumuman tersebut mengikuti putusan Mahkamah Agung pada 24 Juni yang membatalkan kebijakan 50 tahun Roe v Wade yang menetapkan hak nasional untuk aborsi.

Pada 20 Juli, pengadilan banding federal yang lebih rendah juga telah memutuskan pemberlakukan undang-undang Georgia yang melarang sebagian besar aborsi di wilayahnya.

Namun, pengumuman pada Senin pada ujungnya disambut dengan cemas dan skeptis oleh para analis hukum dan advokat.

Kritikan turut diungkap oleh Anthony Michael Kreis, seorang profesor hukum dan ilmuwan politik Universitas Negeri Georgia. Turun di Twitter, ia menjelaskan bahwa beberapa kehamilan yang terdeteksi dalam enam minggu juga bisa mengalami keguguran alami. Ini bisa menjadi polemik, di mana perbendaharaan Georgia mungkin akan membagikan banyak uang untuk kehamilan yang tidak akan pernah datang.

Pendapat yang sama diungkap oleh Lauren Groh-Wargo, manajer kampanye politisi Stacey Abrams sedang mencalonkan untuk jadi gubernur Georgia. Ia pun mempertanyakan soal kemungkinan penipuan pajak atau aborsi ilegal jika janin yang didaftar sebagai tanggungan pajak mendadak meninggal karena keguguran.

"Jadi apa yang terjadi ketika Anda mengeklaim janin Anda sebagai tanggungan dan kemudian keguguran di kemudian hari, Apakah Anda akan diselidiki baik untuk (kemungkinan) penipuan pajak dan aborsi ilegal?" cuit Groh-Wargo.

Pengumuman pada Senin datang setelah seorang wanita hamil di Texas berargumen kepada polisi bahwa anaknya yang belum lahir harus dihitung sebagai penumpang tambahan. Kejadian itu terjadi kurang dari sebulan lalu, di mana wanita tersebut tengah dikenai tilang karena mengemudi sendirian di jalur kendaraan tingkat tinggi (HOV).

Lebih dari separuh negara bagian di AS telah melarang atau diperkirakan akan melarang aborsi setelah mahkamah agung mengembalikan peraturan aborsi ke tingkat negara bagian. 

Sementara larangan seperti Georgia pada akhirnya memaksa pasien melakukan perjalanan ratusan mil untuk mencari prosedur aborsi. Situasi ini kadang-kadang menempatkan mereka, teman, kerabat, dan organisasi hak aborsi dalam bahaya hukum karena beberapa negara bagian berusaha untuk mengkriminalisasi upaya membantu wanita mengakhiri kehamilan. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
E
Editor
Endarti